Breaking News

Pengprov FPTI Aceh Adakan Pelatihan Pelatih Level I

Pengprov FPTI Aceh Adakan Pelatihan Pelatih Level I
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Banda Aceh l Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh, menyelenggarakan pelatihan bagi pelatih level I (satu) selama empat hari atau mulai 29 Maret - 1 April 2018, di Aula Hotel Jempa SMK Negeri 1 Banda Aceh, Lhong Raya, Banda Aceh.

Pelatihan itu dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Musri Idris, SE, M.Si, Kamis, 29 Maret 2018, diikuti 20 calon pelatih dari 15 Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI se-Aceh.

Ketua Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh, SE menyampaikan. Pelatihan bagi pelatih level I Pengprov FPTI Aceh, masuk dalam rencana kerja organisasi yang dipimpinnya selama 2018, sesuai dengan hasil Musorprov 2017  lalu di Aceh Timur dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) awal 2018 di Ruang Rapat KONI Aceh, Banda Aceh. Itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pelatih dalam memberikan latihan bagi para atlet.

20180329-pelatihan-pelatih02

Menurut Saleh, begitu akrab panggilannya. Sejak 1996 FPTI hadir di Aceh, tentu ada pasang surut dalam meraih prestasi. Namun, setelah dilakukan evaluasi ternyata ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Salah satunya meningkatkan kemampuan pelatih. ”Selama ini, kehadiran atlet dari daerah tidak didampingi oleh pelatih bersertifikat. Akibatnya pembinaan di daerah stagnan. Ketika kita rekrut untuk mewakili Aceh dalam berbagai event Kejurnas, hasilnya tidak maksimal. Ke depan kita juga akan mengadakan kursus bagi wasit-juri,” janji Saleh.

Dia berharap, dengan berbagai perbaikan yang dilakukan dapat menyatukan persepsi, terutama bersama Pengcab FPTI kabupaten dan kota dalam menyusun pola dan strategi kepelatihan dengan tujuan akhiruntuk mendongkrak prestasi. ”Kita juga memberlakukan aturan pada PORA Aceh Besar, November 2018, setiap atlet FPTI dari kabupaten dan kota wajib didampingi minimal pelatih level I. Jadi, kalau ada Pengcab yang tidak mengirim perwakilannya pada pelatihan ini. Silahkan cari pelatih yang bersertifikat,” tegas Pimpinan Tabloid MODUS ACEH, dan MODUSACEH.CO, serta Majalah INSPIRATOR.

Selanjutnya kata Saleh, Pengprov FPTI Aceh telah memberikan waktu hingga akhir 2019, bagi 18 Pengcab FPTI di seluruh Aceh, untuk menyediakan wall climbing di tiap-tiap Pengcab minimal satu sarana. Jika tidak, Saleh mengaku akan mengevaluasi kepengurusan Pengcab dimaksud. Putusan paling ektrem adalah, Pengcab tersebut dibekukan. ”Saya berpikir untuk apa banyak Pengcab kalau tidak aktif, lebih baik sedikit tapi punya fasilitas, karena panjat tebing mutlak butuh sarana khusus, tidak bisa kita samakan dengan olah raga lain,” tegas Saleh.

20180329-pelatihan-pelatih03

Dia mencontohkan, Pengprov FPTI Aceh telah memiliki dua wall climbing. Satu diantaranya atas bantuan Dispora Aceh.  Katanya, Kadispora Aceh Musri Idris telah melihat wall climbing dan merasa puas serta berjanji akan membatu satu  wall climbing di 2018. ”Kita harapkan bantuan tersebut benar-benar terwujud pada 2019 sehingga Pengprov FPTI Aceh mempunyai 4 wall climbing. Kita juga mengharapkan Pengcab untuk memulai sedikit demi sedikit membangun wall. Memang susah kita meyakinkan semua pihak, tapi itulah tantangan,” ujarnya.

Kepada pelatih yang akan mengikuti pelatihan, Saleh mengingatkan untuk bersungguh-sungguh belajar. Karena, narasumber yang hadir yaitu Caly Setiawan, Ph.D serta Judistiro, merupakan pelatih nasional yang juga mantan atlet prestasi nasional. Saat ini merupakan pelatih atlet panjat tebing kontingen Indonesia untuk Asian Game Jakarta –Palembang 2018. Sementara Caly merupakan Doctor of Philosophy University of Northern, Colorado, Amerika Serikat. Dosen Universitas Negeri Yogjakarta (UNY) ini merupakan spasialis Sport Pedagogy dan juga Pengurus Pusat (PP) FPTI.

”Kalian sangat beruntung bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dari dua pelatih nasional ini. Dalam kesibukannya melatih atlet Indonesia, tapi masih menyempatkan diri untuk datang ke Banda Aceh.  Tolong gali semua ilmu dan pengalamannya," ajak Saleh. 

Kadispora Aceh Musri Idris mengucapkan terimakasih pada Pengprov FPTI Aceh, karena telah melaksanakan kursus kepelatihan panjat tebing, yang sebenarnya merupakan tugas Dispora Aceh. Menurutnya, kegiatan itu mutlak diperlukan untuk meningkatkan kemampuan atlet, terlebih sejalan dengan program Pemerintah Aceh.  "Aceh Teuga (Aceh Kuat)". Itu sebabnya, dia meminta pelatih yang ikut dalam kegiatan itu untuk berlatih teknik kepelatihan secara baik

“Pada tahun 2000 Panjat Tebing resmi menjadi cabor yang dipertandingkan di PON XV Surabaya sebagai cabang olahraga mandiri. Walau pun masih seumur jagung usianya, saya percaya cabor ini akan melahirkan atlet-atlet handal untuk lebih memberi warna dalam pengembangan olahraga Panjat Tebing di Aceh, dan kedepan Insyaallah kita akan meraih banyak prestasi,” ucap Musri.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...