Breaking News

Laporan Polisi Terhadap Dua Guru SDN 2 Meulaboh

Pengacara: Tak Ada Unsur Tindak Pidana ITE

Pengacara: Tak Ada Unsur Tindak Pidana ITE
Putra Pratama Sinulingga SH

Meulaboh | Pengacara Muda Putra Pratama Sinulingga, SH dari Kantor PPS dan Partner menilai. Laporan polisi bernomor LP/71/VII/2019/Aceh/Res Aceh Barat/SPKT, tanggal 7 Agustus 2019, terhadap dua orang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Meulaboh tidak mengandung unsur sesuai yang disangkakan.

“Secara hukum siapa saja mempunyai hak untuk melaporkan orang lain. Namun jika melihat dari status yang dibuat terlapor, sepertinya tidak memenuhi unsur dari pada ketentuan yang terdapat pada pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” jelas Putra kepada MODUSACEH.CO, di Meulaboh, Kamis (15/8/2019).

Melihat status facebook milik terlapor Melda Sari, 6 Agustus 2019, lanjutnya, mengacu pada bunyi pasal tersebut yang berbunyi: setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (tahun) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00,” tidaklah terdapat unsur yang diduga.

“Ya memang ini kewenangan penyidik untuk menentukan apakah perbuatan terlapor tersebut memenuhi unsur dari pada pasal yang dilaporkan tersebut. Namun kita tunggu saja penegak hukum untuk melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kasus tersebut,” ujar Putra.

Namun, jika kasus tersebut dianggap tidak memenuhi unsur oleh penyidik, maka kasus tersebut sudah pasti di Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dan di tutup.

Nah, kalau itu terjadi, menurut Putra, terlapor bisa saja melaporkan kembali si pelapor tentang pencemaran nama baik terhadap pihak yang dilapor.

“Bisa saja terlapor kembali melaporkan tentang pencemaran nama baik terhadap pihak pihak yang mungkin sudah membuat nama baik dari terlapor tercemar akibat adanya laporan tentang tuduhan pelanggaran UU ITE tersebut,” sebut Putra.

Sebelumnya, Dua guru SDN 2 Meulaboh dilaporkan, Rabu kemarin diperiksa polisi terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 tahun 2018, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mereka adalah, Melda Sari dan Evi Susanti. Laporan tersebut adalah buntut dari protes wali murid terhadap pembatalan juara sepihak ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Barat.

Laporan tersebut dilayangkan pelatih tari Guru SD Negeri 24 Meulaboh, Susan Handayani. Tapi bukan mengenai pernyataan seperti yang diberitakan sejumlah media. Namun laporannya itu lebih kepada status facebook Melda Sari, guru SDN 2 Meulaboh.***

Komentar

Loading...