Breaking News

Proyek Balohan Sabang Mulai Dikerjakan

Pemko Sabang Pertanyakan Amdal Kawasan

Pemko Sabang Pertanyakan Amdal Kawasan
foto: dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Walau belum diresmikan secara formal. Namun, pekerjaan proyek Pelabuhan Balohan Sabang, Provinsi Aceh sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana yaitu, PT Cemerlang Samudra Kontrindo, dengan mengandeng dua perusahaan lokal; PT. Tamitana dan PT. Pelita Nusa (KSO).

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah pekerjaan proyek dibawah BPKS Sabang ini sudah mengantongi izin; analisa dampak lingkungan (Amdal)? Ini sesuai dengan surat Walikota Sabang, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Sabang, nomor: 660/384, tanggal 1 Agustus 2018, bersifat penting dan prihal, dokumen lingkungan hidup.

Surat itu ditandatangani Kepala Dinas Lingkunan Hidup dan Kebersihan Kota Sabang, Ir. Anas Sharuddin, ditujukan kepada Kepala BPKS Sabang. “Mereka memang pernah membuat Amdal untuk kawasan industri kawasan. Tapi, apakah sudah termasuk pembangunan di kawasan Balohan, ini yang perlu kami konfirmasi kembali,” kata Anas yang dikonfirmasi media ini, Kamis (16/8/2018).

Anas membenarkan jika pihaknya ada mengirim surat tersebut kepada Kepala BPKS Sabang. “Surat itu benar, tujuan untuk memastikan apakah ada Amdal atau tidak. Memang pernah dibuat tahun 2005, tapi pada kami tidak ada, sehingga kami minta kepada BPKS untuk menunjukkannya. Kalau ada, tolong diperlihatkan dan mereka mengaku ada dan akan menyerahkan kepada kami,” ungkap Anas.

20180817-surat-kadis-lingkungan-hidup-sabang

Begitupun, sejauh ini diakui Anas, pihaknya belum menerima dan BPKS Sabang mengaku masih mencarinya. “Kami bisa maklum, karena manajemen BPKS dan kepemimpinan kami juga sudah berganti. Dulu, dinas ini dibawah almarhum Pak Irwan Jack,” sebut Anas.

Lantas, bagaimana jika tidak ada Amdal kawasan? “Mereka wajib menyusunnya,” jelas Anas. Menurutnya, soal ketentuan Amdal memang tak mengenal masa berlaku? Namun, tetap saja harus disesuaikan dengan aturan baru yang berlaku.

“Tidak ada masa berlaku. Kalau aturan baru, setiap Amdal kawasan itu ditindaklanjuti dengan UKM/UPL. Jadi, tidak terlalu berat lagi. Yang penting ada Amdal Kawasan, termasuk Amdal pelabuhan,” sebut Anas.

Mengenai proyek Balohan Sabang sudah mudal dikerjakan? Menurut Anas. “Mungkin, mereka berani kerjakan karena sudah ada Amdal kawasan itu. Kita hanya menginggatkan saja kepada BPKS.  Tapi sampai saat ini mereka belum bawa dan menunjukkan kepada  kita,” kata Anas.

Tak hanya itu, menurut Anas, biasanya kalau Amdal kawasan mencakup semua kawasan industri. Misal, kawasan Iboh, semua tertera di sana.

Sekedar mengulang, proyek Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan dengan total anggaran Rp 221 miliar dan telah selesai ditender. Perusahaan pemenang proyek tersebut yakni PT Cemerlang Samudra Kontrindo.

Tender proyek tersebut sempat diulang karena pada tahun 2017, perusahaan yang mengikuti tender tidak mencukupi syarat. Bahkan perusahaan-perusahaan yang dinyatakan gugur dan tidak cukup syarat adalah perusahan BUMN.

Selanjutnya, setelah adanya pergantian manajemen baru BPKS, proyek tersebut kembali ditender pada tahun 2018. Tender diumumkan di Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Aceh.

Dalam jadwal yang diumumkan dalam LPSE Pemerintah Aceh, pengumuman prakualifikasi dilaksanakan tanggal 19-26 Maret 2018. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 8 Mei 2018, dan penandatanganan kontrak pada 16-18 Mei 2018.

Ada 167 perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti tender kedua proyek tersebut. Tiga perusahaan mendapat catatan dari panitia lelang, yaitu CV. Cit Nacita, PT. Bangun Karya Perkasa Jaya, dan CV. Empat Saudara.

Sementara, hanya tiga perusahaan dinyatakan lengkap, dan masuk ke tahap selanjunya, yakni PT. Cemerlang Samudra Kontrindo, PT. Hutama Karya (PERSERO), dan PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Setelah proses seleksi, panitia lelang memenangkan PT Cemerlang Samudra Kontrindo dengan harga penawaran Rp 196.860.000.000,00. Perusahaan ini beralamat di Jl. S.Parman, GG.Rustam, no.67-B Petisah Tengah Medan Petisah- Medan-Medan (Kota)- Sumatera Utara.

Masalahnya, proyek tersebut sudah sejak dari awal menjadi sorotan pegiat anti korupsi di Aceh. Alasannya, ada dugaan konflik kepentingan pada tender proyek pembangunan Pelabuhan Balohan Sabang. Misal, adanya pihak tertentu yang sangat kencang melobi proyek yang sedang ditender.

Akibatnya, proses lelang atau tender proyek ini, kabarnya mulai menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Terutama paska terciduknya Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, Direktur PT. Tamitana, T. Saiful Bahri yang juga sohib dekat Irwandi Yusuf. Bupati Bener Mariah nonaktif Ahmadi serta ajudan Irwandi, Hendri Yuzal, 4 Juli 2018 lalu di Banda Aceh, melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Nah, hingga berita ini diwartakan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Kepala BPKS Sabang, Sayed Fadhil. Dihubungi melalui telpon seluler, jawaban di ujung telpon; mail box telah penuh.***

Komentar

Loading...