Terkait Rumah Sakit Regional Tipe B

Pemkab Bireuen Berpedoman Surat Keputusan Kemenkes RI

Pemkab Bireuen Berpedoman Surat Keputusan Kemenkes RI
Muslim Cut Hasan
Penulis
Rubrik

Bireuen | Dalam dua hari ini, kehadiran Rumah Sakit Regional Tipe B menjadi pembicaraan hangat di masyarakat Kota Juang, Bireuen. Pembicaraan itu, menyusul pendapat Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad bahwa rumah sakit tersebut terbentur Qanun 2013, tentang RTRW. Bila qanun itu tidak direvisi, maka rumah sakit yang sudah lama dinanti itu terancam gagal berdiri.

Nah, Kepala Dinas Bappeda Bireuen, Muslim Cut Hasan berpendapat tentang Qanun RTRW itu. Menurut, aturan tersebut tidaklah salah, sebab pada penyusunan RTRW dimaksud, ada tahapan yang harus dilalui. Misal, harus dikonsultasi dengan Pemerintah Aceh (provinsi) dan dibahas bersama dengan tim.

“Waktu itu kita bahas bersama tim BKPRA. Tim ini sudah mempelajari semua, terkait apa saja yang kita ajukan. Saat penyusunan disampaikan bahwa, Rumah Sakit Regional Tipe A,” kata Kepala Dinas Bappeda Bireuen, Muslim Cut Hasan, Senin (7/1/2019).

Lalu, Pemkab Bireuen memilih lokasi pembangunan Rumah Sakit Regional Tipe A ini. “Lokasi pembangunan Rumah Sakit Regional Tipe A itu hanya boleh berada pada struktur ruang yaitu, kawasan perkotaan Bireuen,” jelasnya.

Masih kata Muslim,  yang masuk dalam kawasan perkotaan Bireuen ada empat kecamatan. Pertama Kecamatan Kota Juang secara utuh, Kecamatan Juli, Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Jumpa.

“Lokasi yang tersedia pada tahun 2012  di Buket Teukuh, Kota Juang. Tapi kita tidak sebutkan di Qanun. Kedua di sekitar Cot Iju, Peusangan dan Cot Bukit sehingga diputuskanlah pada tata ruang, lokasi pembangunan Tipe A berada di Kecamatan Kota Juang dan Peusangan,” terang Muslim.

Lanjut dia dengan nada bertanya, bagaimana tentang Rumah Sakit Regional Tipe B, yang lokasinya di Blang Asan, Matanggeulumpang Dua dekat Puskesmas Peusangan? Sebut Muslim yang juga adik kandung Bupati Saifannur,  rumah sakit itu awalnya untuk rumah sakit ibu dan anak.

Nah, saat ini lahirlah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tentang Rumah Sakit Regional. ”Kemenkes RI itu namanya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia,  Nomor HK0202 Kemenkes/391/2014, tentang penetapan Rumah Sakit Regional pada diktum satu tadi kita sebutkan sebagai Tipe B,” jelas Muslim.

Diakuinya, pada  Qanun RTRW yang lahir pada tahun 2013 memang sangat tegas disebutkan. “Namun lahirnya Kemenkes pada 2014, secara aturan lebih tinggi dari qanun. Sehingga kita mengikuti surat Kemenkes kerena merupakan aturan yang lebih tinggi,” jelasnya lagi.

Dalam keputusan Kemenkes RI juga disebutkan, apabila terjadi perubahan fungsi ruang dan pemamfaatan fungsi lainnya dari yang direncanakan, maka perlu dikonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Itu dasarnya kita kosultasi dengan dewan, sehingga kita merujuk pada Pasal 55 yang menyatakan bahwa, pembangunan rumah sakit tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan. Maka lokasi yang ada di Cot Bukit yang masih kosong,” tuturnya.***

Komentar

Loading...