PT Medco tak Bayar Retribusi

Pemkab Aceh Timur Rugi

Pemkab Aceh Timur Rugi
Foto: Muzakir Ketua LSM KANA/Mahyuddin/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Aceh Timur

Aceh Timur | Perusahaan eksplorasi minyak di Aceh Timur PT. Medco E&P Malaka, diduga sejauh ini belum membayar retribusi IMB, tidak kurang dari Rp 16 miliar rupiah yang harus disetor kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jumlah ini berasal dari sektor perizinan dan pelayanan terpadu pemerintah setempat. "Jika dihitung sejak berdiri bangunan Blok A, maka kalkulasinya tidak kurang dari Rp 16 miliar yang harus disetor ke Pemkab Aceh Timur. Blok A memang nantinya selesai kontrak akan menjadi aset Pemerintah Aceh, tapi kewajiban IMB perlu dimiliki, apalagi dasar hukumnya jelas tertuang dalam Qanun Aceh Timur,"  Kata Muzakir, Ketua LSM KANA kepada MODUSACEH.CO, Selasa (23/10/2018).

Zakir juga menilai, PT. Medco juga mempunyai wewenang untuk meminta Subcon menyelesaikan IMB atas bangunan di Blok A PT Medco yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur, bila itu diabaikan maka Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur akan merugi dari segi pemasukan PAD nihil.

"Dari segi pemasukan PAD pemerintah jelas merugi bila PT. Medco tidak menyetor retribusinya untuk izin IMB, tentunya hal itu tidak boleh dibiarkan oleh pemerintah daerah," Tambah Muzakir.

Sementara itu Kadis DPMPPT Kabupaten Aceh Timur T. Reza Rizki melalui Sekretarisnya Faisal saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO tidak membantah bahwa PT Medco memang ada retribusi yang belum diselesaikan dengan Pemda Aceh Timur, namun terkait IMB ia mengaku sudah dimiliki oleh perusahaan tersebut.

"IMB ada, tapi ada tagihan retribusi yang menurut Pemda perlu di bayar, terhadap bangunan atau fasilitas," Kata T Reza Rizki kepada MODUSACEH.CO.

Ia menambahkan, dari data sepihak yang dipegang PT. Medco disebutkan besar retribusi sejumlah Rp 267.467.341. Namun tidak ditangani dan belum diakui oleh Pemda karena itu dihitung berdasarkan kontrak.

"Kami sudah surati PT. Medco dan pihak PT. Medco juga sudah membalas surat kami, mereka sedang koordinasi dengan BPMA," sebut Faisal.***

Komentar

Loading...