Atasi Kendala Transportasi Laut

Pemerintah Aceh Setuju Pengadaan Kapal Feri Berkapasitas 1.300 GT

Pemerintah Aceh Setuju Pengadaan Kapal Feri Berkapasitas 1.300 GT
Kapal laut KM Sabuk Nusantara dari Simeulue ke Daratan Aceh. (Foto: aceh.tribunnews.com)
Rubrik
Sumber
Kontributor Simeulue

Sinabang | Kini, warga Kabupaten Simeulue boleh sedikit bergembira. Maklum, kendala transportasi laut dari kawasan kepulauan itu menuju daratan akan segera teratasi.

Ini sejalan dengan keputusan dan persetujuan Pemerintah Aceh untuk pengadaan kapal feri lintas Simeulue ke daratan Aceh dan Banda Aceh-Sabang. Untuk pengadaan kapal tersebut, Pemerintah Aceh menganggarkan pembeliannya dalam bentuk kontrak multiyear (tahun jamak).

Kariman, Kadis Perhubungan Simeulue kepada media pers, Selasa (16/10/2018) menjelaskan. Pengadaan kapal tersebut akan dilakukan tahun anggaran 2019-2020. “Alhamdulillah, pengadaan kapal feri sudah disetujui oleh provinsi. Untuk Simeulue berkapasitas 1.300 grosstone (GT) dan untuk Sabang 1.100 GT,” ujar Kasirman.

Kontributor MODUSACEH.CO di Sinabang melaporkan. Hadirnya kapal feri baru yang akan menghubungkan wilayah kepulauan ini dengan daratan Aceh, Singkil-Aceh Selatan-Meulaboh dan Aceh Jaya, disambut dengan positif warga di sana. Sebab, akan memudahkan masyarakat di kawasan pantai Barat Selatan Aceh menggunakan transportasi laut. Kehadiran kapal ini juga dipastikan akan mendongkrak kunjungan wisata di kawasan itu.

“Kalau besarnya itu hampir dua kali lipat dari kapal feri yang ada saat ini,” kata Kasirman.

Ada beberapa hal yang menarik dari desain kapal baru ini, lanjut Kasirman. Misal, dari segi interior kapal ada perbedaan dari kapal feri yang beroperasi saat ini. Maklum, selama ini rute pelayaran dari Simeulue ke daratan Aceh cukup lama sehingga dibutuhkan fasilitas yang layak dan nyaman.

“Tidak ada kursi penumpang, semua menggunakan tempat tidur. Untuk VVIP tersedia sebanyak 16 kamar. Perkiraan mampu mengangkut 500 penumpang,” jelasnya. Selain itu, di atas kapal juga tersedia tiga buah kafe untuk memanjakan penumpang.

“Ada lagi mushala dan tempat wuduk terpisah antara laki-laki dan perempuan. Semua desainnya dibuat senyaman mungkin untuk penumpang,” tegasnya. Sementara itu, untuk anggaran pembuatan kapal feri itu menghabiskan biaya dengan estimasi Rp 120 miliar untuk dua kapal feri.***

Komentar

Loading...