Breaking News

Pemerintah Aceh Bahas Ulang Rencana Utang Luar Negeri

Pemerintah Aceh Bahas Ulang Rencana Utang Luar Negeri
Penulis
Rubrik

BANDA ACEH | Pembahasan rencana hutang luar negeri pada KFW Jerman, untuk pembangunan 4 unit rumah sakit regional di Aceh, kembali akan dibahas pada Senin nanti, (5/09/2016), di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Informasi ini beredar dikalangan wartawan seiring dengan undangan pesan singkat yang beredar. Pembahasan rencana hutang luar negeri senilai Rp 1,3 triliun, dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB.

Pertemuanya kabarnya akan dihadiri unsur dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia; KFW Jerman; Pimpinan, Ketua Fraksi dan Komisi DPRA; dan Pemerintah Aceh. Agendanya adalah 

Sejumlah anggota DPRA yang dikonfirmasi MODUSACEH.CO membenarkan rencana pertemuan itu.  “Benar ada rencana pertemuan Senin nanti, mungkin karena hari libur undangan saya terima melalui pesan singkat (SMS), kata Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPR Aceh, Abdurrahman Ahmad, melalui sambungan telpon, Sabtu (03/09/2016).

Abdurrahman Ahmad mengatakan, program bangun rumah sakit regional itu bagus, tapi kehadiran kami Senin nanti, bukan untuk menyetujui. “Fraksi PKS-Gerindra hadir bukan untuk menyetujui, kita dengarkan saja dulu bagaimana penjelasannya nanti,” katanya.

Pembahasan untuk hutang luar negeri, sudah pernah dijadwalkan untuk dilaksanakan seminar umum, di gedung DPR Aceh, sekitar tanggal 27 Juli 2016. Tapi, seminar yang melibatkan berbagai unsur itu, batal dilaksanakan, tanpa ada alasan yang jelas. Padahal, seminar umum itu direncanakan melibatkan akademisi, LSM dan juga ikut serta Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh Dalimi mengaku, untuk pinjaman luar negeri tersebut, mesti dibahas secara terbuka dengan melibatkan semua pihak. Karena hutang luar negeri bisa saja jadi beban daerah atau Negara. “Kalau menurut saya harus libatkan semua pihak untuk diskusikan pinjaman luar negeri,” kata Dalimi, Sabtu (03/09/2016).

Bila Pemerintah Aceh jadi mengambil hutang luar negeri tahun 2017 nanti, maka dari pinjaman Rp 1,3 triliun selama 15 tahun, diperkirakan Aceh akan mengembalikan senilai Rp 2 triliun, sudah termasuk bunga.* 

Komentar

Loading...