Pembunuh Ulama di New York Berhasil Diringkus

Pembunuh Ulama di New York Berhasil Diringkus
Sketsa wajah pelaku penembakan seorang ulama dan asistennya di Kota New York.
Rubrik
NEW YORK - Kepolisian New York, pukul 18.30 waktu setempat atau Senin pagi WIB (15/8/2016) memastikan bahwa pelaku penembakan ulama asal Banglades telah tertangkap. Kepala Detektif Kepolisian New York Robert Boyce, seperti dilansir Associated Press, menyebut pelaku diketahui berusia 36 tahun. Penangkapan terduga pelaku ini terkesan tak sengaja. Pelaku yang tak diungkapkan identitasnya, terlebih dahulu ditangkap karena kasus tabrak lari. Diduga, mobil yang digunakan untuk kabur dari lokasi penembakan menabrak seorang pesepeda, tak jauh dari kawasan Brooklyn.

Robert Boyce menyebutkan, belakangan terungkap dari rekaman video bahwa orang itu melajukan kendaraannya dari lokasi penembakan di dekat Masjid Queens. Dia mengunakan mobil GMC Trailblazer warna hitam. Sepuluh menit berselang, kecelakaan terjadi antara mobil tersebut dengan seorang pesepeda. Pelaku pun dibekuk polisi pada Minggu malam waktu setempat, untuk kasus tabrak lari. Namun Boyce mengatakan, terduga pelaku ini belum dikenai dakwaan untuk pembunuhan ganda yang mungkin dilakukannya.  Pihak berwenang pun mengaku belum mengetahui motif apa yang mendorong pelaku menghabisi nyawa Maulama Alauddin Akonjee dan asistennya Thara Uddin.

Sayembara
Sebelumnya, Sebuah organisasi advokasi Muslim menawarkan hadiah sebesar 10.000 dollar AS atau kira-kira Rp 130 juta, untuk mereka yang membantu mengungkap kasus pembunuhan seorang ulama dan pembantunya di New York.  Dewan Hubungan antar warga Amerika-Muslim (CAIR) mengeluarkan pengumuman resmi itu pada Senin (15/8/2016). “Kami berharap tawaran hadiah akan menghasilkan penangkapan dan hukuman terhadap perorangan yang melakukan kejahatan yang keji ini,” kata Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad, seperti dilansir VOA Indonesia. “Segera setelah penangkapan dilakukan, kami memperkirakan bahwa motif si penembak dapat ditentukan,” kata Awad.

Para aktivis dekat masjid Al-Furqan di daerah Ozone Park, Queens, Kota New York, di mana peristiwa terjadi, menyebut kejadian ini merupakan kejahatan yang didasari kebencian. Sabtu lalu, sekitar 100 orang demonstran berkumpul di tempat penembakan dengan meneriakkan, “Kami menghendaki keadilan! | sumber: kompas.com

Komentar

Loading...