Pembuangan Bayi Akibat Dangkalnya Pola Asuh Orang Tua Terapkan Nilai Agama

Pembuangan Bayi Akibat Dangkalnya Pola Asuh Orang Tua Terapkan Nilai Agama
MODUSACEH.CO/Irwan Saputra
Rubrik
Banda Aceh | Ketua Divisi Pendampingan Layanan dan Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Rukiyah Hanum mengatakan, maraknya pembuangan bayi di Aceh yang notabenenenya adalah negeri syariat, akibat dangkalnya pola asuh orang tua terhadap penanaman nilai-nilai agama pada anak. Sehinga, remaja Aceh banyak yang begitu mudah tergelincir ke dalam pergaulan bebas dan seks bebas.

“Penyebabnya, akibat dangkalnya pola asuh orang tua terhadap nilai-nilai agama pada si anak,” ujar Hanum pada MODUSACEH.CO, Jumat (16/9/2016).

Sehingga, kata Hanum setelah mereka tergelincir, maka terjadilah seks bebas, akhirnya hamil, setelah melahirkan bayi-bayi itu di buang karena kelahirannya tidak diinginkan, lantaran dianggap aib keluarga. “Ini adalah febomena yang sangat mengkhawatirkan di Aceh saat ini, padahal kita dikenal sebagai bumi serambi mekkah berlebel syariat,” tambah Hanum.

Nah bagaimana cara mencegahnya? Hanum menjelaskan bahwa yang paling utama ada pada pola asuh keluarga, kemudian upaya intervensi dan pendampingan yang terus-menerus oleh lembaga-lembaga yang bertugas untuk melakukan pendampingan dalam kasus seperti ini, dan harus maksimal tentunya.

Karena selama ini, Pemerintah Aceh dinilai Hanum kurang optimal dalam membantu mencegah terjadinya pembuangan bayi, seperti rumah aman untuk perempuan yang diusir dan tidak diakui kandungannya oleh lelaki yang menghamilinya.

“Di Aceh belum ada. Kita TP2A kesulitan kadang kalau kasus anak selama ini, kita kerjasamanya dengan Dinas Sosial Aceh, karena memang di sana ada rumah untuk anak. Tapi, yang bukan usia anak belum ada” kata Hanum.

Ia mengambil contoh, kasus yang baru saja dilaporkan ke pihaknya. Seorang gadis berusia 19 tahun hamil lima bulan. Dia sudah diusir oleh keluarganya dari kampung. “Kita sebenarnya menerima, tapi mau dibawa ke mana? Dibawa ke Dinas Sosial akan menyalahi aturan karena mereka anak, sedangkan ini perempuan,” katanya.

“Kita juga tidak punya shelter, padahal ini sebenarnya penting untuk menyelamatkan anak yang dikandungnya dari pengguguran dan pembuangan bayi tak terjadi lagi.*

Komentar

Loading...