Yang Tersembunyi dari Tax Amnesty

Pemasukan Negara Tembus Rp 3.666 Triliun (habis)

Pemasukan Negara Tembus Rp 3.666 Triliun (habis)
foto ilustrasi/www.viva.co.id
Rubrik

Kini, program pengampunan pajak atau tax amnesty memasuki periode kedua. Pemerintah pun memprediksi bahwa badan usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), akan mengikuti program tax amnesty. Dari data dashboard Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (5/10/2016), pukul 11.19 WIB, nilai komposisi harta berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) yang disampaikan mencapai Rp 3.666 triliun. Komposisi itu terdiri atas deklarasi harta dalam negeri sebesar Rp 2.571 triliun, lalu deklarasi luar negeri sebesar Rp 958 triliun, dan repatriasi sekitar Rp 138 triliun.

Selain itu, komposisi uang tebusan berdasarkan SPH antara lain sebanyak 382.445 untuk jumlah SPH. Sementara total komposisi uang tebusannya berdasarkan SPH sebesar Rp 90,1 triliun. Komposisi uang tebusannya orang pribadi non-UMKM sebesar Rp 77,3 triliun, badan non-UMKM sebesar Rp 9,8 triliun, OP UMKM sebesar Rp 2,74 triliun, dan sisanya badan UMKM.

Untuk uang tebusan berdasarkan surat setoran pajak (SPP) mencapai Rp 97,2 triliun. Komposisinya antara lain pembayaran tebusan Rp 93,8 triliun, pembayaran tunggakan Rp 3,06 triliun, dan pembayaran bukti permulaan (bukper) sekitar Rp 362 miliar.

Pemerintah pun tak hanya andalkan tax amnesty usai program itu berakhir. Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi sebagai tindak lanjut dari Program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Strategi tersebut ditempuh untuk mereformasi perpajakan di Indonesia.

Direktur Perpajakan Internasional, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) John Hutagaol mengatakan, ada beberapa Undang-undang (UU) yang bakal dibahas sebagai bagian dari reformasi pajak. Terdapat lima UU yang akan dibahas. Kelima undang-undang tersebut antara lain, Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Undang-undang ini dibahas setelah masa program tax amnesty berakhir.

Hanya itu? Tunggu dulu. Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty juga memicu adanya bunga murah perbankan. Itu terlihat dari derasnya aliran dana yang masuk ke bank. Ketua Komite Tetap Perbankan Umum, BUMN dan BUMD, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Irman A Zahiruddin menerangkan, aliran dana yang masuk ke bank membuat rasio kecukupan modal bank membaik. Selain itu, aliran dana ini membuat rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) turun.

Dia mengatakan, dengan kondisi demikian bank memiliki kemampuan lebih untuk menyalurkan dana ke masyarakat. "Dana yang masuk itu membuat capital adequacy ratio (CAR)  di bank  menjadi baik, LDR menjadi rendah, artinya secara teori bank dapat memberikan pinjaman lebih," ujar dia saat Seminar Kreativitas Industri Keuangan: Peluang Tax Amnesty di Babak Kedua di Jakarta, Selasa (4/10/2016). Banyaknya likuiditas membuat bank berlomba untuk menyalurkan kredit ke masyarakat. Imbasnya, bunga kredit bank akan turun. "Saat kelebihan dana, bunga bank turun dan bunga kredit turun," tambah dia.

Memang penyaluran kredit  bank saat ini masih rendah. Penyaluran kredit bank masih di kisaran 7 persen. Dia berharap, tax amnesty mendorong penyaluran kredit bank dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. "Mudah-mudah membawa stimulasi kepada perbakan indonesia untuk ekonomi agar jauh lebih bergairah," ujar dia pada media pers di Jakarta.***

Komentar

Loading...