Hasil Rekapitulasi Suara DPR Aceh

PDI Perjuangan Raih 1 Kursi DPRA, Ramond Dony Adam: Gerindra dan PKS Gerus 11 Kursi Partai Aceh

PDI Perjuangan Raih 1 Kursi DPRA, Ramond Dony Adam: Gerindra dan PKS Gerus 11 Kursi Partai Aceh
Ramond Dony Adam (Foto: Fb)

Banda Aceh | Setelah dua periode Pileg tidak memiliki perwakilan di DPR Aceh. Hasil Pileg 2019, PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya berhasil menempatkan salah satu kader terbaiknya di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Namanya M. Ridwan, dia dipastikan mewakili Daerah Pemilihan Aceh 4 bersama 5 caleg dari parpol lain. Prediksi ini muncul, setelah Ketua KIP Aceh Samsul Bahri mengetuk palu mengesahkan rekapitulasi suara DPRA yang disampaikan KIP Aceh Tengah pada Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Provinsi Aceh, Kamis (9/5/2019) di Banda Aceh.

"Kepastian lolosnya M. Ridwan sudah diketahui sejak proses rekapitulasi suara untuk Dapil 4 DPRA oleh KIP Aceh Tengah selesai dilaksanakan, Senin lalu (6/5/2019). Pleno rekapitulasi suara tersebut juga mensahkan 5 kader PDI-P sebagai anggota legislatif terpilih untuk DPRK Aceh Tengah," demikian disampaikan Ramond Dony Adam, salah satu kader PDIP Aceh melalui siaran persnya, Jumat (10/5/2019) di Banda Aceh.

Menurut Ramond, kelima caleg tersebut adalah Ichwan Mulyadi (Dapil 1), Suryati Waas dan Jihar Firdaus, ST (Dapil 2), Samsuddin (Dapil 3) dan Arwin Mega (Dapil 4). "Dengan perolehan 5 kursi tersebut, dipastikan kursi Ketua DPRK Aceh Tengah Periode 2019-2024 dijabat kader dari PDIP," jelas Ramond.

Menurut Ramond, walau deraan kampanye hitam dan negatif terus-menerus diarahkan ke PDI-P dan paslon Capres-Cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, namun tidak membuat gentar kader-kadernya untuk terus berjuang dan merebut kursi di kontestasi demokrasi lima tahunan ini.

"Isu PDI Perjuangan tidak membutuhkan suara umat Islam merupakan hoax yang paling banyak saya temui dilapangan, " ujar caleg DPR RI Dapil Aceh 1 dari PDIP ini. Namun, Ramond belum beruntung untuk melangkah ke Senayan, Jakarta pada pileg tahun ini.

Menurutnya, itu merupakan fitnah yang paling keji selama berdirinya negara ini. Padahal hampir seluruh produk undang-undang syariah merupakan usulan teman-teman Fraksi PDI Perjuangan di DPR. "Apakah PDI Perjuangan anti Islam? Tidak! Aceh pertama kali bisa menjalankan syariat Islam pada pemerintahan Ibu Megawati Soekarnoputri. Selain itu Ketua Umum PDI Perjuangan juga merupakan tokoh dibelakang perubahan status IAIN Ar-Raniry menjadi UIN. Belum lagi hari santri di pemerintahan saat ini," jelasnya.

Ramond menambahkan bangsa Indonesia bisa melihat bagaimana kedekatan Ibu Megawati dengan para pemimpin negara Islam dunia seperti dari Palestina Yaser Arafat, dengan Presiden Libya Muammar Kadafi. "Bahkan kedua putranya menggunakan nama  Muhammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo. Jadi, dari sudut pandang mana jika partai kami anti Islam," ujar Ramond.

Sekedar mengulang, PDI-P terakhir kali memiliki anggota DPRA Periode 2004-2009, yang diwakili Teuku Bachrum Manyak dan Teuku Burdansyah.

Hasil Pemilu Legislatif Aceh 2019 memang memberi banyak kejutan, antara lain hilangnya sejumlah kursi yang dimiliki Partai Aceh. Walau pun tetap memuncaki jumlah kursi, partai lokal penguasa tersebut harus kehilangan 11 kursi dari 29 menjadi hanya 18 kursi saja.

"Sungguh ironis memang, kita tahu Gerindra dan PKS yang selama ini sangat dekat dengan Partai Aceh justru menggerus kursi milik teman koalisinya sendiri," kritik Ramond. Sementara partai sesama koalisi pengusung Capres 02 yang lain berhasil mendulang lebih banyak kursi seperti Gerindra (dari 3 menjadi 8), dan PKS (dari 4 menjadi 6).

Gerindra dan PKS Aceh berhasil memaksimalkan efek ekor jas capres Prabowo Subianto untuk keuntungan elektoral mereka, sementara Partai Aceh malah kehilangan kepercayaan pemilihnya. "Padahal Ketua Umum Partai Aceh, H. Muzakkir Manaf adalah tokoh sentral di balik menangnya Prabowo Subianto–Sandiaga Uno di Bumi Serambi Mekkah. Partai lain yang mendapat penambahan kursi adalah Demokrat (dari 9 menjadi 10), PNA (dari 3 menjadi 6), PDA dan PKB (dari 1 menjadi 3)," sebut Ramond.

Diperkirakan komposisi pimpinan DPRA 2019-2024 akan dijabat kader Partai Aceh (ketua), Demokrat, Golkar dan Gerindra (wakil ketua). Ramond mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Sekjen PDI Perjuangan ketika melakukan safari kebangsaan di Aceh.

"Tugas PDI Perjuangan membangun semangat persahabatan, apapun partai lokal membutuhkan jembatan yang baik di tingkat nasional, dan PDI Perjuangan siap menjadi jembatan yang baik bagi partai lokal itu sendiri. Yang pasti hasil Pemilu saat ini akan kami jadikan pelajaran berharga agar setiap kader yang ada di Aceh lebih membaur lagi ke masyarakat dan selalu menjaga tali silaturahmi dengan membangun komunikasi bersama ulama-ulama yang ada di Aceh," sebut dia.

Membangun Aceh menurut Ramond, tidak bisa dilakukan satu partai, kelompok maupun golongan, melainkan bersama.  "Percayalah jika kita bekerja dengan baik dengan penuh keyakinan, sekalipun kita dihabisipun, kita tidak akan pernah habis karena kita punya api semangat juang," kata Ramond mengakhiri keterangan persnya.***

Komentar

Loading...