PBB Dukung Jokowi-Amin, 4 Caleg DPRD Nagan Raya Aceh Mundur

PBB Dukung Jokowi-Amin, 4 Caleg DPRD Nagan Raya Aceh Mundur
Yusril Ihza Mahendra (ari/detikcom)
Penulis
Sumber
detik.com

Banda Aceh | Empat Caleg DPRK Nagan Raya, Aceh dari Partai Bulan Bintang (PBB) memilih mundur dari pencalonan. Pengunduran diri dilakukan karana PBB secara resmi mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita kan dulu PBB istiqamah dengan ijtimak ulama tapi kemudian partai ini sekarang sudah mengarah ke 01. Kemudian lagi saya dari FPI istiqamah dengan hasil ijtimak komando ulama Habib Rizieq," kata seorang Caleg PBB yang mengundurkan diri, Teuku Armansyah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/1/2019).

Meski demikian, Armansyah mengaku belum menyerahkan surat ke DPP PBB. Hanya saja dia meminta pendukungnya untuk tidak memilih dirinya saat Pemilu 17 April mendatang. "Belum menyerahkan surat pengunduran diri tapi kalau misalnya saya bisa dikeluarkan surat rekomendasi itu, itu lebih bagus," jelas Armansyah.

Menurutnya, di Nagan Raya ada empat caleg yang berencana mengundurkan diri dari pemilihan. Tiga orang lagi yaitu caleg perempuan. "Karena saya juga sudah tanya sama orang itu gimana menurut kalian. Mereka juga sudah mau keluar dari kemarin. Tiga orang itu kami yang lobi untuk jadi Caleg," ungkap Armansyah.

Sementara itu, Habib Rizieq mengeluarkan maklumat yang meminta aktivis dan simpatisan FPI untuk mengundurkan diri secara massal alias bedol desa dari PBB. Rizieq juga meminta aktivis FPI untuk tetap mendukung Prabowo-Sandiaga sebagaimana hasil Ijtimak Ulama. Di dalam maklumat juga disampaikan sanksi jika pengurus atau aktivis FPI tidak melakukan imbauan.

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengeluarkan maklumat yang isinya meminta aktivis dan simpatisan FPI mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang (PBB). Eks Ketua Umum FPI mengikuti maklumat tersebut.

Dia adalah Habib Muhsin Ahmad Alatas, yang menjabat Sekretaris Dewan Penasihat DPP FPI. Habib Muhsin mengatakan pengunduran dirinya juga terkait dengan maklumat yang dikeluarkan Habib Rizieq. "Ya (terkait maklumat). Kita sudah satu kesepakatan pergerakan umat Islam yang terhimpun dalam Ijtimak Ulama, kita harus konsisten dalam kesepakatan itu. Di mana dalam Ijtimak Ulama menyepakati dalam pilpres kita mendukung 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno). Dan kita tidak boleh bergabung dengan partai penista agama," kata Muhsin saat dihubungi, Kamis (31/1/2019).

Dia menambahkan pengunduran diri juga dilakukan sebagai respons karena PBB mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Oleh karena itu, dia mengundurkan diri sebagai kader PBB dan caleg DPR RI.

"Nah, karena PBB setelah rakornas kemarin mengumumkan ke kubu 01, di mana di situ berkumpul partai penoda agama, kami tidak sepakat lagi. Ya sudah saya mengundurkan diri di keanggotaan PBB sekaligus caleg DPR RI," ucap Ketua Umum FPI tahun 2013 ini.

Muhsin menjelaskan menjadi anggota PBB untuk mencalonkan diri maju di Pileg 2019. Sedangkan untuk pengunduran diri sebagai caleg, dia menyerahkannya kepada PBB.

"Karena saya bukan orang fungsionaris PBB, (tapi) dari luar. Untuk mendapatkan, mencalonkan legislatif dari PBB saya harus jadi anggota dulu. Sehingga saya kemarin itu, sebagaimana situasi yang kita tahu, Yusril berbelok kiri, tidak sesuai dengan apa yang kita sepakati di Ijtimak Ulama, sebagai komitmen, sebagai salah satu yang diutus untuk berjuang, akhirnya kami lepaskan keanggotaan tersebut. Untuk masalah legislatif, itu nanti terserah PBB itu," bebernya.

Muhsin mengaku datang ke DPP PBB untuk mengundurkan diri pada Rabu (30/1) sore kemarin dengan didampingi istri. Muhsin mengaku belum tahu apakah aktivis atau simpatisan FPI lainnya sudah ikut mengundurkan diri dari PBB.

Menurutnya, pengunduran dari anggota dan caleg dari PBB tak membuat dia rugi. Muhsin mengatakan harus meninggalkan PBB karena garis perjuangan yang sudah tak sama.

"Nggak, karena bagi saya, tujuan kita kan untuk berjuang, untuk idealisme membela umat Islam, membela bangsa, membela NKRI. Kalau itu sudah tidak sesuai dengan garis perjuangan kita, nggak ada kita rugi. Itu pun jika sudah keluar tenaga, waktu, materi, itu sudah sebuah risiko perjuangan. Kan itu bagi kami seorang pejuang, itu tidak hilang," kata Muhsin.

Sebelumnya, Rizieq mengeluarkan maklumat yang meminta aktivis dan simpatisan FPI untuk mengundurkan diri secara massal alias bedol desa dari PBB. Rizieq juga meminta aktivis FPI untuk tetap mendukung Prabowo-Sandiaga sebagaimana hasil Ijtimak Ulama. Di dalam maklumat juga disampaikan sanksi jika pengurus atau aktivis FPI tidak melakukan imbauan.*** 

Komentar

Loading...