PB HAM Pidie Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan Mantak Tari

PB HAM Pidie Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan Mantak Tari
Kondisi Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie sebelum ditutup oleh warga, Rabu (14/8/2019).

Sigli | Pos Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PB HAM) Pidie mendesak pemerintah setempat segera selesaikan persoalan Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang tiga, Pidie. Pasalnya pasca penutupan pantai wisata tersebut oleh warga yang tidak bertanggung jawab, berimbas pada perekonomian masyarakat di sana.

Bahkan dikhawatirkan jika tidak segera diselesaikan maka akan menjadi sengketa warga dengan pemerintah. Demikian dikatakan Direktur PB HAM Pidie, Said Safwatullah, SH kepada MODUSACEH.CO, Rabu (14/8/2019).

"Kita meminta Pemkab Pidie turun tangan, karena saya lihat nggak mungkin lagi diselesaikan oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat, karena sudah berlarut-larut hampir satu bulan," jelasnya.

Yang perlu dilakukan oleh camat setempat hari ini adalah menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada Pemkab. Artinya jika tidak sanggup diselesaikan oleh Muspika Simpang Tiga, sebab pada hari raya Idul Adha warga mau berwisata ke Mantak Tari tidak diperbolehkan. Apa lagi menjelang MTQ Provinsi Aceh, tentu saja warga daerah lain ingin berkunjung ke pantai tersebut. "Nanti pihak pemkab bupati dengan leading SKPK terkait memanggil semua pihak keuchik, tuha peut, ulama, ketua pemuda, pimpinan dayah di kemukiman Mantak Tari," papar Said.

Sementara Camat Simpang Tiga, Abd Manan saat dihubungi MODUSACEH.CO, Rabu (14/8/2019) tidak mengangkat Handphone-nya (Hp) sehingga tidak berhasil dikonfirmasi.

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Olah Raga dan Budaya Kabupaten Pidie, Apriadi, kepada MODUSACEH.CO, mengatakan, pihaknya menunggu laporan camat kepada bupati terkait persoalan ditutupnya Pantai Mantak Tari. Sehingga pihaknya baru bisa menyelesaikannya dengan kebijaksanaan dan memanggil semua pihak. "Sejauh ini belum ada surat pemberiatuan dari camat ke bupati, jadi saya tidak berani ikut campur di wilayah itu," ungkapnya.***

Komentar

Loading...