Sehubungan Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 2018, Tabloid MODUS ACEH Tidak Terbit, Senin, 20 Agustus 2018. Terbit Kembali 27 Agustus 2018. Redaksi.

Patriot Nusantara Aceh Ditunjuk Sebagai Pengelola KEK Arun Lhokseumawe

Patriot Nusantara Aceh Ditunjuk Sebagai Pengelola KEK Arun Lhokseumawe
(okezone.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
okezone.com

Jakarta | Pemerintah dan calon investor telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Pihak pemerintah diwakilkan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo I). Selain itu ada juga penandatanganan perjanjian kerjasama kegiatan operasional BMN berupa aktiva LNG Arun antara Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) dengan PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) yang disaksikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Adapun yang melakukan penandatangan investasi KEK hari ini adalah : 
1. Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama, investasi di bidang pengolahan di bidang CPO dan turunannya,

2. PT Pelindo I dan PT Sinergi Tangguh Alam Raya, di bidang usaha plywood dengan memanfaatkan lahan seluas 2,5 hektare.

3. Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indonesia, di bidang usaha LPG pressurized dan pabrik botting LPG,

4. Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material, di bidang logistik pengantongan semen.

Darmin mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) untuk KEK ini sudah dikeluarkan sebelumnya, sehingga memang tinggal menunggu dewan kawasannya dan Pemerintah Daerah setempat serta pemilik administratornya ada. Setelah ada maka dibentuklah badan pengelola untuk bisa menjalankan pengembangan proyek ini. Sedangkan untuk masalahan lahan KEK ini sudah lebih siap dibandingkan dengan KEK lainnya. "Sekarang ini dia sudah punya administrator untuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PT Patna) nantinya ujungnya. Kemudian, juga punya badan usaha pengelola. Dengan demikian Aceh itu kan lahannya jauh lebih siap dibandingkan KEK yang lain. Kita percaya KEK Arun Lhokseumawe ini akan bisa berkembang dengan cepat," ungkap Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Sementara itu, Direktur LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, dengan penandatanganan kerjasama ini maka, PT Patna secara resmi ditunjuk sebagai pengelola kawasan. PT Patna memiliki hak eksklusif mewaikili KEK dengan LMAN sebagai pemilik aset. "Hak eksklusifnya, adalah setiap aset yang di LMAN nanti pola kerjasama dengan PT Patna dengan berbagai skema tentunya. Misalnya ada yang insentif datang ke Patna, insentif datang ke LMAN ini beda-beda. Tapi intinya selalu melibatkan Patna sebagai pengelola kawasan itu," jelasnya.

Artinya setiap investor yang ingin melakukan investasi ke KEK Arun Lhokseumawe maka harus melalui PT Patna yang sudah ditunjuk sebagai pengelola. "Iya (lewat Patna). Baru mulai dengan tandatangan ini. Sekarang kan belum official, apa-apa dengan LMAN. Asetnya tetap aset negara. Tapi dengan kehadiran Patna, jadi setiap kerjasama melibatkan Patna," kata dia.***

Komentar

Loading...