Koalisi Aceh Bermartabat Jilid II

Partai Demokrat Hilang, PNA Datang Terbilang  

Partai Demokrat Hilang, PNA Datang Terbilang  
KAB 2019 (Foto: Muhammad Saleh/MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Ada yang menarik, dari 20 partai politik (nasional dan lokal), peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 di Aceh. Lihatlah, ada 11 diantara yang meraih kursi di parlemen Aceh (DPRA). Nah, dari jumlah tersebut, tujuh diantara bergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II-2019. Tiga dari partai lokal yaitu, Partai Aceh (PA), Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Partai SIRA. Sementara partai nasional ada, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Amanat Nasional.

Menariknya, jika pada KAB Jilid I (2014) lalu ada 8 parpol (parnas dan parpol) bergabung, pada Jilid II tersisa 7 parpol. Namun, mereka meraih 46 kursi dari 81 kursi yang ada di DPR Aceh. Tak hanya itu, jika pada 2014, empat parnas yaitu, Partai Demokrat, Golkar, NasDem dan PPP ikut bergabung. Untuk 2019, mereka menghilang atau tidak ikut bergabung.

Bahkan, jika pada 2014 PNA memilih di luar koalisi KAB, kali ini justeru ikut bersama dalam jamaah yang digagas Partai Aceh itu.

Masuknya PNA, membuat KAB Jilid II menjadi lebih berwarna. Sebab, diprediksikan akan menabur aura politik lebih dinamis di parlemen Aceh serta DPRK kabupaten dan kota dan Pemerintah Aceh yang kini dipimpin Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk lima tahun mendatang.

20190708-kab-2014

Delapan pimpinan parpol foto bersama setelah meneken naskah koalisi bersama yang diberi nama Koalisi Aceh Bermartabat, Minggu (16/11/2014) malam di Hotel Hermes Palace, Kota Banda Aceh. 

Maklum, sebelumnya Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Demokrat) bersama Irwandi Yusuf (PNA), Gubernur Aceh nonaktif, terpilih sebagai orang nomor satu dan dua Aceh pada Pilkada 2017 lalu. Namun, setelah Irwandi Yusuf  terjerat hukum (OTT KPK), 3 Juli 2018 lalu dan kini sudah diputuskan Majelis Hakim Tipikor Jakarta (walau Irwandi banding), hubungan Partai Demokrat Aceh dan PNA kabarnya mulai bergesek tajam.

Entah itu sebabnya, PNA akhirnya  lebih memilih untuk bergabung bersama saudara kandungnya, Partai Aceh dalam KAB Jilid II bersama PAN, PKS, Gerindra, SIRA dan PKPI.

Lantas, benarkah PNA kecewa terhadap Nova Iriansyah atau karena faktor kesadaran ideologis kolektif sebagai parpol lokal satu “ayah dan ibu” yang pernah satu rumah yaitu, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka? (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...