Breaking News

Respon Laporan Haji Saifannur

Panwaslih Bireuen Gelar Rapat Sengketa

Panwaslih Bireuen Gelar Rapat Sengketa
Penulis
 
Bireuen | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen,  menggelar rapat musyawarah penyelesaian sengketa atas keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen. Musyawarah itu beragendakan pembacaan permohonan dari pemohon Haji. Saifannur, salah satu bakal calon Bupati Bireuen pada Pilkada 2017 mendatang. “Sesuai aturan, perkara itu sudah harus diputuskan dalam tempo 12 hari. Keputusan tersebut mengikat dan harus dilaksanakan pihak KIP,” sebut Ketua Panwaslih Kabupaten Bireuen, Muhammad Basyir, SH.I, MA, pada MODUSACEH.CO, Selasa (11/10/2016).
 
Dikatakan Basyir, dalam keputusan tahapan Pilkada tersebut, yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Itu sebab, musyawarah tadi dilakukan karena adanya keberatan atau penolakkan dari Haji Saifannur. Rapat sengketa, Haji Saifannur diwakili empat pengacara yaitu M. Ali Ahmad, SH (Bireuen) serta tiga lainnya dari Banda Aceh. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan KIP Bireuen. “Objek perkara yang disengketakan pemohon yaitu tentang prosedur tes kesehatan,” ungkap Basyir. Lanjutnya, perkara yang digugat pemohon adalah tahapan keputusan KIP Bireuen, bukan RSUZA Banda Aceh, yang menyatakan Haji. Saifannur tidak memenuhi syarat kesehatan.
 
“Dalam tahapan itu, ada prosedur-prosedur atau teknis pelaksanaan tes kesehatan yang diduga tidak disampaikan pihak KIP dan itu sangat merugikan pemohon,” jelas Basyir. Masih kata Basyir, sesuai aturan, perkara itu sudah harus diputuskan pihaknya dalam tempo 12 hari. Keputusan tersebut mengikat dan harus dilaksanakan pihak KIP. Karena itu, Panwaslih Bireuen akan mengelar kembali musyawarah pada Kamis (13/10/2016), dengan agenda pemeriksaan bukti dan saksi-saksi.
 
Sekedar diketahui, Saifannur maju pada Pilkada 2017 berpasangan dengan DR.H.Muzakkar A.Gani, SH.MM.  Pasangan itu diusung koalisi partai nasional (Golkar, NasDem, Demokrat) dan satu partai lokal (PDA). Kepada media pers di Bireuen, Haji Saifannur sempat mengaku maju sebagai orang nomor satu di wilayah tersebut, karena keterpanggilan niat dan hati nuraninya, untuk membangun dan mensejahterakan rakyat di tanah kelahirannya itu.
 
“Kalau uang saya sudah lebih. Tapi, semata-mata karena niat ingin memajukan Bireuen,” sebutnya. Namun, hingga hari ini, uang berlebih yang dimiliki Haji Saifannur, ternyata belum mampu memuluskan langkahnya untuk maju sebagai calon Bupati Bireuen. Tak jelas, apakah setelah rapat sengketa yang digelar Panwaslih Bireuen, langkah Haji Saifannur untuk bertarung pada Pilkada 2017 mendatang menjadi aman dan mulus? Kita tunggu saja.***

Komentar

Loading...