Hentikan Dugaan Kasus Money Politik

Panwaslih Bireuen akan Diadukan ke DKPP 

Panwaslih Bireuen akan Diadukan ke DKPP 
Penulis
Rubrik

Bireuen | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu RI. Itu dilakukan lantaran Panwaslih Bireuen tidak menindaklanjuti status laporan kasus dugaan money politik (politik uang) di desa Pulo Naleueng.

Nama pelapornya adalah Rahmat Setiawan. Dia melakukan itu, tanggal 15 April 2019  lalu dengan laporan Nomor: 10 /LP/PLS/Kab/01.18/IV/2019. Dia melaporkan Nurul Husna asal Pulo Naleueng dan Junaidi, salah satu caleg  Partai Golkar Dapil 2 Bireuen,  terkait dugaan money politik tadi.

"Dalam laporan tersebut, ada 13 saksi kunci yang diajukan dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Panwaslih Bireuen, juga alat bukti berupa uang Rp 1,3 juta yang didapatkan warga saat menciduk pelaku money politik, " kata Rahmat kepada wartawan, Rabu (24/04/2019).

Nah, soal  tidak menindaklanjuti status laporan kasus tersebut, Rahmat menduga Panwaslih Bireuen telah melakukan pelanggaran kode etik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 2 tahun 2017. 

"Jangan-jangan Panwaslih Bireuen ini tebang pilih, maka dari itu kita ingin mendorong Bawaslu agar bermarwah kuat dan memiliki integritasnya diakui, tanpa pandang bulu dalam melaksanakan tugas. Intinya itu yang kita inginkan," tegasnya. 

Rahmat menjelaskan, Bawaslu sebenarnya mempunyai fungsi investigasi dalam penangganan laporan dari masyarakat. Bahkan dalam Pasal 14 ayat 2 huruf (b) Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu.

Terang dia, dalam mengumpulkan data dan keterangan, Bawaslu bisa menemui orang yang dimaksud. "Saya kira itu alternatif-alternatif solusi yang ditawarkan untuk memecah persoalan ini," ujarnya. Masih kata Rahmat. “Jangan kemudian memutuskan perkara ini hanya karena keterangan salah satu pihak yang dilaporkan. Apa bedanya Panwaslih Bireuen dengan mandor," ungkap dia.***

Komentar

Loading...