Hadir di Kampanye Jokowi-Amin

Panwaslih Aceh Periksa Kajati, Irdam

Panwaslih Aceh Periksa Kajati, Irdam
Ahmad Roni (Abu Syik), Bupati Kabupaten Pidie juga hadir atas nama Pribadi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Irdam, SH., MH. Sebelumnya, Irdam dilaporkan pada Panwaslih Aceh karena hadir saat  acara peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Pemenangan Caleg DPR RI dari Partai NasDem dan Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang berada di kawasan Pango, Banda Aceh, Kamis (24/1).

Ketua Panwaslih Aceh, Faizah mengakui. Pihaknya telah menemui Irdam untuk melakukan klarifikasi terkait kehadirannya pada acara tersebut. Namun, dia menolak menyebutkan kapan dan dimana klarifikasi itu dilakukan.

“Kita telah menemui Kajati Aceh (Irdam). Ini bukan pemeriksaan tapi hanya wawancara biasa, terkait kehadiran beliau (Irdam) di acara tersebut (acara peresmian Sekber Jokowi-Ma’ruf). Kalau pemeriksaan itu harus mempunyai izin Kajagung RI (Muhammad Prasetyo). Kalau wawancara tidak mesti memenuhi panggilan, bisa saja kita lakukan di tempat lain. Yang penting, kita sudah melakukan wawancara,” ungkap Faizah pada MODUSACEH.CO, Senin (11/2/2019).

Menurut Faizah, kehadiran Irdam dalam acara tersebut hanya memenuhi undangan panitia sebagai bagian dari Forkopimda. Dia memastikan, Irdam tidak melakukan apapun yang bertentangan dengan aturan Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait Pemilihan Umum (Pemilu)

“Apalagi, acara itukan bukan kampanye, hanya persemian Sekber. Namun, hasil wawancara ini akan dilakukan kajian lanjutan ditinggkat Anggota Panwaslih. Kita juga belum memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak,” ungkap Faizan.

Sebelumnya, Panwaslih Aceh, melakukan pemanggilan terhadap Kajati Aceh, Irdam, dan Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), Rabu (30/1/2019). Namun, hanya Abusyik yang telah memenuhi panggilan Panwaslih Aceh, sementara Irdam tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Keduanya dipanggil karena hadir pada acara peresmian Sekber Pemenangan Caleg DPR RI dari Partai NasDem dan Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf yang berada di kawasan Pango, Banda Aceh, Kamis (24/1).

Memang saat itu, selain Kajati Aceh Irdam, dan Bupati Pidie, Abusyik, hadir juga Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda dan Irwan Djohan, Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf (TKD) Provinsi Aceh, Irwansyah serta Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar. Sementara dari pusat, juga hadir Ketua Umum, Surya Paloh, dan beberapa pengurus DPP Partai NasDem serta menantu Persiden Jokowi, Bobby Nasution.

Ketua Sekretariat Bersama (Sekber), pemenangan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai NasDem dan Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Aceh, Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) berjanji akan berusaha untuk meraih tujuh kursi DPR RI dari  caleg yang diusung Partai NasDem di Aceh.

“Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih minimal tujuh kursi DPR RI dari Partai NasDem di Aceh,” janji Abu Razak saat itu.

Abu Razak mengakui. Dirinya merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Aceh (partai lokal) dan akan tetap di Partai Aceh, karena kelahiran Partai Aceh merupakan buah perjuangan bangsa Aceh. Namun, dia menyadari, Partai Aceh hanya berkecimpung di Aceh saja, sementara  untuk pembangunan dan kemajuan Aceh kedepan harus punya lobi di tingkat nasional yang kuat.

“Makanya, empat kader Partai Aceh, kita kirim ke Senayan (Caleg DPR RI) melalui Partai NasDem. Karena, Partai Aceh tidak bisa ke nasioanal. Kita gabung dengan Partai NasDem yang ketua umumnya juga putra Aceh (Surya Paloh). Tujuannya, supaya kita punya orang yang akan memperjuangkan pembangunan Aceh ke depan. Kalau tidak ada dukungan di nasional, capek saja kita rapat-rapat di sini. Sampai ke sana, pintu saja tidak dibuka,” ungkap Abu Razak.

Namun, menurut Abu Razak, untuk caleg DPRK dan DPR Aceh, dia meminta segenap masyarakat Aceh untuk memenangkan caleg dari Partai Aceh. ”Kalau untuk daerah, kita tetap pilih caleg dari Partai Aceh. Untuk Partai Nasdem kasih sedikit saja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Abu Razak juga menjanjikan akan memenangkan Joko Widodo- Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024. Dia menargetkan 60 persen suara untuk Jokowi – Ma’ruf di Aceh.

“Setelah peresmian ini (Sekber), kita akan mengerahkan semua kekuatan untuk turun langsung ke masyarakat Aceh. Kita promosikan capaian kerja Jokowi, selama empat tahun terakhir ini. Insyaallah, akan menang di Aceh,” harap Ketua Harian KONI Aceh ini.

Sementara itu, Surya Paloh dalam arahanya mengaku bangga dengan bergabungnya kader-kader Partai Aceh dalam Partai NasDem. Menurutnya, yang bisa menyalurkan aspirasi masyarakat Aceh di tingkat nasional hanyalah Partai NasDem, karena ketua umumnya juga putra Aceh.

"Saya asli putra Aceh. Jadi, jika Partai Aceh memilih Partai NasDem, itu sudah tepat. Kita akan sekuat tenaga memperjuangkan caleg Partai NasDem dari Aceh sehingga bisa duduk di Senayan. Tapi, kita juga akan memperjuangkan Pak Jokowi semoga terpilih kembali menjadi Presiden RI. Jadi, saya tegaskan, Jokwi itu tidak anti dengan umat Islam. Itu semua hoak," ungkapnya.***

Komentar

Loading...