Terkait Dugaan Rekrutmen Hanya Formalitas

Panwaslih Aceh Dipanggil DKPP dalam Sidang Mendengar Putusan

Panwaslih Aceh Dipanggil DKPP dalam Sidang Mendengar Putusan
Sidang di DKPP Beberapa Waktu Yang Lalu. (Ist)

Banda Aceh | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia, kembali melayangkan surat panggilan kepada Lima Komisioner Panwaslih Aceh untuk menghadiri sidang gugatan terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yaitu, Panwaslih Aceh beserta Bawaslu RI dalam proses rekrutmen calon Panwaslih kabupaten dan kota se-Aceh beberapa waktu lalu.

Surat panggilan sidang DKPP, nomor: 0416/DKPP/SJ/PP.00/1/2019 itu, ditujukan kepada pengadu yaitu peserta seleksi calon Panwaslih kabupaten-kota, dengan teradu Faizah sebagai Katua Panwaslih Aceh, Zuraida Alwi, Marini, Nyak Arief Fadhillah Syah, serta Fahrul Rizha Yusuf, masing-masing sebagai anggota Panwaslih Aceh dan empat Komisioner Bawaslu RI yang diketuai Abhan, selain itu DKPP juga mengajukan surat panggilan kepada Aidil Azhari dan Hafidh Hs perwakilan dari peserta seleksi sebagai pengadu.

Dijelaskan, sidang  DKPP dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan Nomor. 238 / DKPP-PKE-VI / 2018 yang dijadwalkan pada Rabu (16/1/2019), pukul 15.00 WIB, di ruang Sidang DKPP Jalan MH Thamrin Nomor 14 Jakarta Pusat.

"Ini sidang kedua dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan Majelis Hakim DKPP RI, karena sebelumnya pada Rabu (28/11/2018) lalu juga pernah dipanggil dalam sidang DKPP, dengan agenda mendengarkan pokok pengaduan dari pengadu, jawaban teradu serta keterangan pihak terkait dan para saksi," kata Koordinator peserta Aidil Azhary kepada MODUSACEH.CO, Sabtu (12/1/2019).

Sementara salah seorang Anggota Komisioner Panwaslih Aceh, Zuraida Alwi saat dihubungi MODUSACEH.CO membenarkan adanya surat panggilan sidang di DKPP Jakarta Pusat yang akan digelar pada Rabu (16/1/2019) mendatang. Agendanya mendengarkan pembacaan putusan perkara Nomor 282/DKPP-PKE-VII/2018.  Ia mengatakan bahwa pemanggilan tersebut bukan tujuan mengikuti sidang, namun hanya mendengarkan putusan. "Tidak sidang lagi, tinggal mendengarkan pembacaan putusan," kata Zuraida Alwi kepada MODUSACEH.CO. 

Sebelumnya diberitakan, ada dugaan seleksi yang dilaksanakan Panwaslih Aceh melalui panitia seleksi (Pansel) yang dibagi berdasarkan regional itu, disinyalir sarat dengan permainan dan lebih kepada formalitas agar dapat ditetapkan kembali calon dari peserta petahana. Bahkan kata Aidil, hasil ujian dari beberapa tahapan dari calon yang diluluskan, tidak disampaikan secara terbuka kepada publik, dan beberapa poin penting lainnya juga tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2007, tentang Pemilu. 

Atas hasil proses rekrutmen calon Panwaslih Kabupaten/Kota beberapa waktu lalu, yang disinyalir adanya diskriminasi terhadap pendaftar baru dan dugaan melanggar kode etik oleh Panwaslih Aceh dan Bawaslu RI, sehingga peserta yang merasa dirugikan membuat laporan pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan teradu semua Komisioner Panwaslih Aceh dan Bawaslu RI yang dibawah kepemimpinan Abhan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...