Breaking News

Anggota DPR RI Almuzzammil Yusuf

Pak Presiden Jokowi Jangan Sampai Ada Rakyat Ditangkap Karena Menulis LAA ILLAH HAILLAULAH

Pak Presiden Jokowi Jangan Sampai Ada Rakyat Ditangkap Karena Menulis LAA ILLAH HAILLAULAH
Youtube.com

Jakarta | Ada suasana menarik yang terjadi pada Sidang Paripurna DPR RI di Senayan Jakarta, Selasa (24/1/2017) kemarin.

Salah seorang wakil rakyat asal Lampung mempertanyakan langkah dan tindakan Polri, terkait tulisan kalimah Allah; Laa Illaha ilaullah yang di tulis seseorang pada bendera merah putih.

Pimpinan dan Anggota DPR RI yang terhormat, serta hadirin sekalian.
Saya Almuzzammil Yusuf A 93 Dapil Lampung.

"Pada sidang terhormat ini, perkenankanlah saya mengawali pernyataan  ini dengan mengutip pasal 27 ayat 1 UUD Negara RI Tahun 1945: "Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Serta pasal 1 ayat 3 UUD Negara RI Tahun 1945 yang berbunyi: "Negara Indonesia adalah negara hukum,” kata Almuzzamil.

Lanjut dia. Adapun ciri negara hukum adalah adanya supremasi hukum; persamaan di hadapan hukum : due process of law, peradilan yang bebas merdeka dan pengakuan HAM.

Nah kata dia, dengan mengacu kepada dua pasal tersebut dan juga Fungsi Pengawasan DPR terhadap Pemerintah pada pasal 20A UUD Negara RI Tahun 1945, maka saya ingin bertanya kepada Presiden Republik Indonesia dan pejabat penegak hukum khususnya Kapolri tentang status para pembuat gambar atau tulisan di tengah bendera merah putih.

Lalu, Almuzammil menunjukkan gambar satu persatu. "Ini konser band bergambar artis Indonesia di tengah bendera merah putih. Kedua, Konser Band Dream Theatre di tengah bendera merah putih. Ketiga Konser Band Metalica di tengah bendera merah putih. Para pendukung Ahok yang menuntut pembebasan dengan tulisan di tengah bendera merah putih. Demonstran yang menulis kata; "Kita Indonesia" di tengah bendera merah putih serta  bendera merah putih yg bertuliskan kata "Laa Ilaha Illallah" yang ditulis saudara Nurul Fahmi (NF) ," papar Almuzzamil dengan wajah serius.

Nah sebutnya, dari 6 gambar di atas hanya NF yang diproses hukum. Bahkan Kabid Humas Polda Metro di media mengatakan, ada atau tidak ada pelapor, kasus NF akan diproses hukum. "Pertanyaan saya bagaimana dengan 5 pelaku serupa? Mengapa mereka tidak diproses hukum. Bukti foto dan gambar ada dan jelas," gugat politisi Senayan ini.

Dia menguraikan. Pasal 24 pada UU 24 tahun 2009 menegaskan, perbuatan penodaan bendera negara tersebut harus ada niat jahat dan unsur kesengajaan. Sungguh tidak masuk nalar jika kata-kata mulia "Laa Ilaha Illallah" dimaksud untuk menodai, menghina, dan merendahkan bendera negara sebagaimana dimaksud UU 24/2009. Jangan sampai proses hukum yang sedang berjalan menggiring kesimpulan publik bahwa kata mulia "Laa ilaha Ilallah" yang telah menemani para pejuang mengusir penjajah, menjadi kata yang terlarang dan direndahkan di bumi Indonesia yang mayoritas muslim dan negara muslim terbesar di dunia," kata Almuzzamil.

Itu sebabnya dia meminta Kapolri untuk menegakkan prinsip negara hukum yakni; supremasi hukum bukan kekuasaan. Persamaan warga negara dihadapan hukum bukan perbedaan.

Ketiga, penegakan hukum dengan menghormati aturan hukum. Bukan dengan melabrak aturan hukum. "NF telah ditangkap aparat penegak hukum di tengah malam seperti seorang teroris dan bandar narkoba. Padahal dalam kasus NF harus dibuktikan unsur kesengajaan dan niat jahat," protes dia.

Tak hanya itu, Almuzzamil juga mengirim pesan kepada Presiden RI Jokowi. "Jangan sampai sejarah mencatat dalam kepemimpinan Bapak ada warga negara yang diproses hukum dengan cara tak patut hanya karena yang bersangkutan menulis kata Laa Ilaha Illaullah pada Bendera Merah Putih".

Lanjut Almuzzamil. Untuk teman-teman Anggota DPR RI, saya yakin  tidak sendiri dalam merasakan ketidakadilan terhadap proses hukum ini. Saya yakin banyak anggota DPR yang merasakan hal yang sama. Untuk itu saya minta teman-teman berdiri. Serentak para wakil rakyat ini berdiri. Terima kasih. Saya tutup dengan ucapan: "Laa Ilaha Illaullah. Muslim Cinta NKRI". Wassalamualaikum Wr. Wb, kata Almuzzamil.***

Komentar

Loading...