Terkait Kasus Pembunuhan di Kuta Baro

Orang Tua Korban: Kasus Pembunuhan Anak Kami Seperti Belum Ada Titik Terang

Orang Tua Korban: Kasus Pembunuhan Anak Kami Seperti Belum Ada Titik Terang
Ibu Korban Nila Wati(54) yang memakai jilbab pink. (MODUSACEH.CO/DOK)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang guru, Erliana (35), warga Gampong Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, di toko miliknya yang dilakukan orang tak dikenal (OTK), 6 Mei 2017 lalu, hingga saat ini belum menemukan titik terang. Hal tersebut disampaikan Ayah dan Ibu korban, Hasan Idris (57) dan Nila Wati (54), kepada MODUSACEH.CO, saat diwawancarai dirumahnya, Jum’at (28/07/2017).

Hasan Idris mengatakan hingga saat ini ia masih berduka atas kejadian yang menimpa anaknya Erli. Hingga saat ini pihak kepolisian juga masih terus menyelidiki kasus kematian anaknya. Tetapi ia merasa sedih karena sampai sekarang masih belum ada perkembangan. “Mungkin ada sekitar 20 orang saksi yang sudah dimintai keterangan pihak Polresta Banda Aceh, bahkan beberapa hari yang lalu saya juga dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lagi. Namun, identitas pelaku belum juga diketahui seakan tidak ada titik terangnya,” ungkap Ayah korban sambil mengusapkan air matanya.

Ia bingung, lanjut Hasan, mengapa pihak kepolisian belum bisa menemukan pelaku yang membunuh anaknya. Padahal, tidak sedikit barang bukti yang ditinggalkan si pelaku di tempat kejadian perkara (TKP), seperti pisau yang digunakan untuk membunuh anaknya, serta sendal dan helm pelaku. “Banyak kita lihat di TV kasus-kasus pembunuhan yang terjadi terungkap, bahkan terkadang yang tidak meninggalkan barang bukti tapi bisa dengan cepat ditemukan. Entahlah kami serahkan semuanya ke pihak kepolisian, kami berharap pelaku cepat ditemukan,” kata Hasan Idris.

Kesedihan hal yang sama juga dialami Nilawati ibu kandung korban, ia juga tidak berharap banyak. “Kami sangat berharap pelaku segera ditemukan, karena kami sangat ingin mengetahui kenapa ia membunuh anak kami, atas dasar apa dia melakukannya hanya itu tidak lebih, untuk masalah hukuman biar polisi saja yang mengurusnya,” harap Nilawati sambil menangis dan memeluk kedua anak korban yang kini ia rawat.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...