Ups, Diduga Pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh Tak Sesuai

Ups, Diduga Pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh Tak Sesuai
Foto lokasi Rumah Sakit Regional. Pansus 10 DPRA.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Setelah tim Panitia Khusus (Pansus 10) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (28/05/2018) meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Regional, di kawasan Kayu Putih, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, tim Pansus 10 DPR Aceh menemukan berbagai persoalan.

Ketua Pansus 10 DPR Aceh Tgk. H. Abdullah Saleh, SH mengatakan, setelah melihat pembangunan rumah sakit regional, di Aceh Barat, anggota DPR Aceh itu mengaku, soal desain bangunan rumah sakit regional Aceh Barat, bermasalah.

Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPR Aceh Tgk. H. Abdullah Saleh, SH, pada media ini, Selasa (29/05/2018) mencontohkan, seperti pembangunan pondasi dan bangunan lantai satu. Menurutnya, bangunan dibangun tidak dirancang dengan baik. “Akhirnya yang semestinya bisa menjadi lantai atau areal parkir karena ketinggiannya hanya 1,2 meter akhirnya menjadi area mubazir,” kata Tgk. H. Abdullah Saleh, SH.

Mantan Ketua Komisi 6 DPRA yang membidangi Kesehatan yang juga anggota Pansus 10 DPRA, Teuku Iskandar Daod, Selasa (29/05) mengaku, rumah sakit regional tersebut sebenarnya diperuntukan untuk barat selatan yang kemudian ditempatkan di Meulaboh.

“Sejak awal kita mendorong agar posisi rumah sakit ini harus strategis dan jumlah arealnya juga luas. Mencukupilah,” sebut kader Partai Demokrat itu.

Namun  jelas Teuku Iskandar Daod, kondisi hari ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sudah menempatkan rumah sakit regional, itu di lahan yang terbatas. “Menurut saya ini perlu pemikiran lebih lanjut dari Pemerintah untuk menambah jumlah tanah. Atau mencari solusi lain karena kita berharap rumah sakit ini untuk jangka panjang, tidak kepentingan sesaat,” sarannya.

Sebelum dibangun di area sekarang, Kayu Putih, Teuku Iskandar Daod sudah lebih awal menyarankan, agar pembangunan rumah sakit itu di Alue Peunyareng (Alpen), Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Alasan Iskandar Daod saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi 6 DPRA, ia mendapat kabar lokasi di Alpen, ada lahan sekitar 35 hektar. Lokasi tanah dimaksud, di samping Universitas Teuku Umar (UTU). “Tetapi Pemda Aceh Barat sebagai orang yang berkompeten hak menentukan lokasi rumah sakit, bertahan di lokasi Kayu Putih, tidak mau di Alpen,” kata Iskandar Daod.

Padahal, jelas Iskandar Daod, tanah 35 hektar di Alpen-dekat UTU, itu tanah milik Pemda Aceh Barat yang tidak perlu pembebasan lagi. “Apa kepentingan atau argumennya, saya juga tidak tahu. Sudah kita sarankan untuk lahan representatif. Kalau di Alue Penyareng, itu sudah ada tanah Pemda yang dulu sudah dihibahkan kepada UTU, setelah dibagi-bagi, ada 35 hektar khusus diperuntukan khusus rumah sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh. Kita berharap tanah ini dipergunakan untuk rumah sakit regional, saya rasa 35 hektar cukup areal jangka waktu lamalah,” ujar Iskandar Daod, mengenang kembali saran yang pernah ia sampaikan, saat rumah sakit regional itu mau dibangun, Selasa (29/05).

Selain lahannya tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pembebasan lahan, Alue Penyareng, juga dekat dengan Bandara Nagan Raya.

“Saya pikir rumah sakit ini harus representatif memang untuk bisa berdekatan dengan kabupaten lain. Bandara dibutuhkan untuk Ambulance Udara,” jelasnya.

Argumen lain tegas Iskandar Daod,  lahan di Alue Penyareng juga lebih luas dengan lahan yang ada sekarang.

“Kemudian kita juga mendorong menjadi rumah sakit rujukan berdekatan dengan UTU dan menjadi rujukan Fakultas kedokteran yang akan lahir di UTU,” katanya.

Makanya, kalau tempat sekarang, jika membebaskan lahan tambahan, tanah sudah sangat mahal. Bahkan, pemilik tanah tanah tidak akan memberikan pembebasan lagi.

“Menurut saya untuk menambah area rumah sakit sudah sulit. Sekarang taksir harga tanah Rp 500 sampai Rp 1 juta per meter, itu berat membebaskan dengan APBD,” sebutnya.

Seperti diketahui, pembangunan rumah sakit regional di Meulaboh tersebut, dilaksanakan pada Pemerintah Teuku Alaidinsyah. ***

Komentar

Loading...