DPRA Sepakat Lanjutkan Bahas KUA-PPAS 2018 Pekan Depan

Nurzahri: Biaya TPK dan Honor Kami Tolak!

Nurzahri: Biaya TPK dan Honor Kami Tolak!
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Hasil rapat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) antara pimpinan, Ketua Komisi dan Ketua Fraksi DPR Aceh, Rabu malam (17/01/2018) bersepakat untuk melanjutkan pembahasan dokumen lama Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018. Sebelumnya, sudah dibahas anggota DPRA sejak 4 Desember 2017 lalu. "Sudah kesepahaman bersama dokumen lama KUA-PPAS yang ada pada dewan akan dilanjutkan pembahasan masing-masing komisi mulai Senin nanti," kata Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri melalui sambungan telpon, Kamis (18/01/2018).

Menurut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh itu, DPRA menilai proses perbaikan dokumen KUA-PPAS 2018 dari Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) tidak mungkin ditunggu lagi. Sebab semakin lama semakin aneh dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dibuat eksekutif. "Jadi, DPRA menganggap lebih baik kembali ke KUA-PPAS lama dan DPRA tidak lagi bercerita aspirasi, istilah kami hangus. Usulan masyarakat sudah kita anggap tidak ada lagi," ujar Nurzahri.

Pembahasan anggaran berdasarkan dokumen KUA-PPAS lama yang ada pada DPRA dengan konsekuensi tidak ada masuk program visi-misi Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah serta tidak ada usulan masyarakat, baik itu melalui DPR Aceh atau Guburnur Aceh Irwandi Yusuf. "Segala risiko KUA-PPAS yang lama itulah yang kita bahas," kata kader Partai Aceh yang juga mantan aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), Nurzahri menegaskan.

Sebut Nurzahri, hasil rapat pimpinan komisi, fraksi dan pimpinan DPRA, pembahasan lanjutan KUA-PPAS lama akan berpedoman berdasarkan dokumen Musrembang 2017 lalu, yaitu Musrembang yang dilakukan pada periode Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah. Itu sebabnya, fungsi anggaran yang melekat pada DPRA menjadi SOP DPRA dalam melanjutkan pembahasan KUA-PPAS 2018. "Juga melihat rencana kerja Pemerintah Aceh dan kita akan melihat semua prosedur-prosedur yang berlaku, baik Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) maupun Peraturan Pemerintah (PP)," tegas Nurzahri.

Karena itu, semua program yang tersebut dalam dokumen KUA-PPAS 2018 san tidak boleh tidak sesuai dengan aturan. "Misal tidak sesuai dengan Musrembang," ujarnya. DPRA juga akan mencermati dengan teliti terhadap belanja-belanja pegawai. Termasuk biaya tunjangan prestasi kerja (TPK) dan biaya-biaya honor. Karena satu atau dua tahun ini DPRA melihat biaya-biaya honor mulai muncul lagi. Padahal sudah diseragamkan dalam pemberian TPK. Biaya honor dan TPK itu akan ditolak oleh DPRA dan itu sesuai SOP DPRA yang megacu pada aturan.

Sebut Nurzahri, meskipun pengalokasi TPK itu ada Peraturan Gubernur (Pergub), tetapi itu hanya kebijakan eksekutif dan DPRA juga punya kewenangan untuk menolak. Sebab soal anggaran harus disepakati dua belah pihak (legislatif-eksekutif). Sedangkan biaya honor yang dimaksud Nurzahri tadi, termasuk biaya honor yang ditunjuk Gubernur Aceh, seperti juru bicara dan lainnya apakah biaya tersebut ada dalam dokumen Musrembang 2017 lalu.

Begitu juga anggaran untuk pelayanan administrasi perkantoran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang mencapai Rp 3 triliun lebih, akan dikaji secara detail oleh DPRA. Bukan hanya itu, peruntukan anggaran untuk belanja modal. Misal DED sudah ada, tetapi kapan DED itu dibuat apakah setelah Musrembang, jika setelah Musrembang maka program tersebut akan ditolak.

Soal rencana pengadaan pesawat, DPRA juga akan melihat dokumen, seperti usulan itu dari siapa? Tak hanya itu, program rumah dhuafa 6000 unit yang ada dalam PPAS 2018 juga akan diminta dokumennya by name by address. Kemudian dokumen-dokumen yang ada tersebut, DPRA akan mengecek benar atau tidak.

Diminta tanggapannya soal SOP eksekutif, kata Nurzahri DPRA tidak lagi mempersoalkan itu dan SOP haknya eksekutif. Tetapi DPRA akan melakukan pembahasan anggaran sesuai SOP DPRA yaitu fungsi yang melekat pada legislatif itu sendiri. Selengkapnya baca edisi cetak.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...