Nova Iriansyah : Penurunan Angka Kemiskinan Menjadi "PR" Terberat Pemerintah Aceh.

Nova Iriansyah : Penurunan Angka Kemiskinan Menjadi "PR" Terberat Pemerintah Aceh.
(Mirna/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh01

Banda Aceh | Memperingati Hari Perdamaian Aceh (MOU Helsinki) Ke-12 tahun 2017, Pemerintah Aceh menggelar acara bersama seluruh unsur Forkopimda Aceh, yang berlangsung di Lapangam Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (15/08/2017).

Acara yang dibuka Iskandar A Gani, SH, Selaku Ketua Panitia. Saat itu dia mengatakan, tujuan dilaksanakannya acara tersebut untuk mengenang sejarah terjadinya proses perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia yang berlangsung 15 Agustus 2005 silam di Negara Finlandia.

"Kembalinya Aceh kedalam pangkuan NKRI merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Karena itu, penting untuk setiap tahunnya kita memperingati agar seluruh masyarakat Aceh tau sejarah lahirnya perdamaian di Aceh", kata Iskandar A Gani.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga dalam sambutannya mengatakan, 12 tahun sudah proses perdamaian berjalan di Aceh, dan selama itu, cukup banyak pengalaman dan pembelajaran yang telah kita petik bersama. Kini betapa kondusifnya keamanan di Aceh, penghormatan-penghormatan semakin meningkat. Tak heran jika Badan Pusat Statistik pernah memposisikan Aceh sebagai wilayah dengan indeks demokrasi tertinggi di Indonesia.

"Semua pencapaian ini tidak boleh membuat kita puas, sebab tantangan untuk merawat, melestarikan dan mengisi perdamaian masih cukup berat", kata Nova. Namun, Pekerjaan Rumah (PR) yang paling berat dan harus segera dituntaskan, diantaranya soal kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Aceh masih relatif tinggi, mencapai 16,8 persen dan tingkat pengangguran mencapai 7,39 persen. Belum lagi kualitas kesehatan dan pendidikan yang belum memuaskan. Semua itu merupakan tantangan yang harus di hadapi bersama.

"Maka dari itu, kami telah menyiapkan serangkaian program unggulan guna mendorong hadirnya berbagai perubahan di daerah kita ini, seperti penguatan sektor ekonomi, investasi, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, penguatan Syariat Islam, pembenahan birokrasi dan sebagainya. Namun semua itu hanya dapat berjalan manakala kita terus melestarikan perdamaian ini. Sebab itu, peringatan Hari Damai Aceh ke-12 tahun ini sengaja mengangkat topik Merawat Damai menuju Aceh Hebat", ungkap Nova Iriansyah.

Acara yang dihadiri 2000 orang ini, turut hadir  Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud, Pangdam IM, Mayjen TNI Moch. Fachruddin, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Rio S Djambak, Kajati Aceh, Raja Nafrizal SH, Ketua DPRA Aceh, Forkopimda Aceh, Seluruh SKPA, Kepala Reintegrasi Aceh serta seluruh pelaku perdamaian Aceh. Acara di akhiri dengan pembagian santunan kepada 2000 anak yatim dan foto bersama.***

Komentar

Loading...