Breaking News

Nasib Lokasi Penas Setelah Dua Bulan

Nasib Lokasi Penas Setelah Dua Bulan
Modusaceh.co/Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Harapan mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk menjadikan bekas lokasi Pekan Nasional (Penas) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV Aceh 2017 yang berada di Lhong Raya, Banda Aceh menjadi objek wisata tampaknya masih jauh panggang dari api. Lihat saja, walau tugu selamat datang masih tegak berdiri, kondisi lahan yang dulunya ditanami berbagai tanaman pertunjukan kini dibiarkan tak terurus, dan kesan ditinggalkan begitu saja. Ini membuat pandangan mata tak enak memandang jika melewati lokasi tersebut.

Seorang warga setempat yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sejak berakhir Penas KTNA Aceh 2017 yang berlangsung enam hari, (6-11 Mei 2017), tak ada satu orang dari Pemerintah Aceh yang melihat kondisi lahan ini. Sebutnya, karena tidak ada pagar sekeliling, jadinya banyak ternak yang bebas berkeliaran di lokasi tersebut, hingga ada sisa tanaman Penas telah habis dimakan ternak.

"Kalau dibiarkan begini sayang, ternak masuk bebas berkeliaran di sini menghancurkan semua pernak-pernik untuk pameran kemaren,” katanya pada MODUSACEH.CO, di Bathoh, (Selasa, 25/097/17).

Sarannya, kalau kondisi ini dibiarkan seperti ini, lebih baik diberikan saja kepada masyarakat, sehingga bisa ditanami tanaman, dan lokasi ini juga akan indah karena telah terawat. “Setahu saya, status lahan ini disewa Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan Aceh pada warga Lhong Raya selama dua tahun. Namun, ini kan baru berjalan dua bulan, kalau tidak dimanfaatkan kan sayang. Lebih bagus dikasih ke masyarakat saja agar bisa berkebun di sini. Terserah nanti apa sewa atau bagi hasil,” harapnya.

Sebelumnya, saat penutupan Penas KTNA XV Aceh 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis, (11/05/17), Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menetapkan lokasi arena gelar teknologi pertanian dan perikanan menjadi media pertukaran pengetahuan, pengalaman dan pameran produk pertanian dan perikanan sebagai arena agro wisata Aceh dan meminta seluruh SKPA terkait untuk segera melakukan penataan kawasan tersebut secara lebih baik. Sehingga dapat menjadi tempat rekreasi keluarga dan objek wisata berbasis pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan.

Menurut Abu Doto, begitu ia disapa, karena lokasi KTNA XV Aceh 2017, telah menjadi arena temu para petani dan nelayan seluruh Indonesia dan dapat menjadi sejarah bagi bangsa Aceh dan Indonesia, sehingga momen yang bersejarah itu dapat diingat oleh generasi Aceh. Kini, Abo Doto tak lagi menjadi Gubernur Aceh, bisa saja tak ada keharusan SKPA patuh terhadap amanahnya ketika itu. Namun, kalau kita lihat berapa besar anggaran yang telah dikeluarkan, tentu manjadi mubazir kalau lahan itu tidak dimanfaatkan. Kita lihat saja, apakah amanah Abu Doto akan ditindaklanjuti atau akan dianggap angin lalu. ***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...