Saat Kerusuhan LP Lambaro

Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser: Faisal, Napi Narkoba Tak Ada Dalam LP

Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser: Faisal, Napi Narkoba Tak Ada Dalam LP
serambinews.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Faisal Abdul Naser mengatakan. Saat terjadi kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A, Lambaro, Banda Aceh, Kamis, 4 Desember 2018. Narapidana narkoba bernama Faisal Bin Sulaiman tidak ada dalam LP tersebut. “Padahal, orang ini (Faisal Bin Sulaiman) sedang menjalani masa kurungan penjara selama 10 tahun terkait Tindak Pidana Uang (TPPU), dengan kasus pokok narkotika,” terang Faisal Abdul Naser pada awak media di Kantor BNNP Aceh, Bathoh, Sabtu, (6/1/18).

Keesokan harinya, sebut Faisal Abdul Naser, dirinya mendapat kabar dari anak buahnya di lapangan, jika Faisal Bin Sulaiman telah berada dalam LP. ”Setelah saya tahu, Faisal Bin Sulaiman tidak ada dalam tahanan, saya perintahkan anggota menjaga di pintu depan LP. Selama 24 jam anak buah saya jaga, tak ada masuk Faisal, tapi pagi-pagi kami ketahui Faisal sudah ada dalam tahanan, aneh saya dari pintu mana dia masuk,” ujar jendral bintang satu itu.

 Faisal Abdul Naser curiga, selama ini oknum di LP memang membiarkan Faisal berkeliaran di luar LP, tanpa menghuni penjara. ”Setelah kejadian kerusuhan itu, kita tercegang semua, bagaimana keadaan dalam LP. Ada kamar mewah, macam-macam, sampai ditemukan batang ganja yang sudah tumbuh satu meter. Ini, membuktikan oknum LP juga bermain,” ungkapnya.

Terkait permasalahan tersebut, BNNP Aceh telah melakukan pemeriksaan terhadap Faisal. Dari keterangan yang diperoleh dirinya mendapat eksaminasi (putusan peradilan diartikan sebagai pemeriksaan terhadap putusan pengadilan atau semacam ulasan ataupun pemberian catatan terhadap putuan pengadilan).

Tentu kata Faisal Abdul Naser, seorang narapidana dimaksukkan dalam LP dan Lapas, dengan pengawalan aparat Lapas dan berlaku semua hukum yang diterapkan oleh Lapas. Namun, jika oknum LP atau Lapas tidak mematuhi semua aturan, maka pihaknya akan melakukan proses sesuai hukum yang berlaku di BNNP Aceh.

Sebelumnya, Faisal Bin Sulaiman ditangkap BNN Pusat saat berbelanja di Plaza Indonesia, Jakarta, Maret 2013. Bandar narkoba ini sudah beroperasi sejak 2004 lalu, dan sudah menjadi incaran BNN sejak pertengahan 2012. Selanjutnya, Hakim Ketua Ketua Aswijon di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 2 miliar pada Faisal Kamis (21/11/2013). Dia terbukti melanggar UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan dipenjara di LP Cipinang, Jakarta Pusat. Lalu, sekira bulan November 2014, Faisal dipindahkan pada LP Kelas II A Banda Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

Komentar

Loading...