Diduga Ditipu Oknum Jaksa

Napi Kasus Dana BNPB Minta Bantuan Hukum ke YARA

Napi Kasus Dana BNPB Minta Bantuan Hukum ke YARA
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Simeulue 02

Simeulue | Seorang narapidana yang tersandung kasus korupsi dana BNPB, diduga telah ditipu oknum jaksa di Kejaksaan Kabupaten Simeulue. Akibatnya,  napi tersebut meminta bantuan hukum kepada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). Dugaan penipuan dan pemerasan oleh oknum jaksa ini terungkap ke publik saat Syafaruddin ketua YARA melakukan pertemuan langsung dengan napi yang bernama Indra Dilli di Rutan Sinabang, Kamis lalu.

Saat dijumpai MODUSACEH.CO di Rutan Sinabang Jumat, 23/02/2018. Indra Dilli yang didampingi Syafaruddin menjelaskan dugaan kasus penipuan serta pemerasan. Ini bermula saat ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan berpola hiba dari BNPB Pusat Jakarta, yang diberikan pada BPBD Kabupaten Simeulue senilai Rp 3,3 miliar tahun 2011 silam. Saat hendak penetapan hukuman oleh Pengadilan Tinggi Aceh di Banda Aceh, oleh oknum jaksa tersebut menyampaikan iming-iming dapat meringankan hukuman yang akan diterimanya. Syaratnya uangnya. "Oknum tersebut mengatakan pada saya dia dapat membantu meringankan hukuman yang akan saya terima, yang semula empat tahun setengah bisa diringankan jadi satu tahun enam bulan yang penting ada uangnya," terang Indra.

Lanjut Indra, uang tersebut disetor pada oknum jaksa itu sebanyak dua kali. Pertama Rp 60 juta, namun oknum tersebut menolak dengan dalih tidak cukup, kemudian Indra menyetor lagi Rp 35 juta.  "Ada dua tahap uang itu saya setor, namun oknum tersebut menolak dengan alasan uang sebanyak itu belum cukup juga," tambah indra.

Sementara itu Syafaruddin yang mendampingi Indra menuturkan. Kasus ini harus segera diselesaikan agar tidak terulang lagi ke depan. "Harapan saya kasus seperti ini harus ditangani secara serius oleh kejaksaan, kalau dibiarkan bisa menjadi kangker yang merusak tatanan hukum kita," pinta Syafaruddin.

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue saat dimintai tanggapannya mengatakan. Dugaan kasus pemerasan oleh jaksa terhadap napi ini belum bisa dijelaskan. Alasannya dia belum melakukan pertemuan dengan oknum jaksa tersebut.  "Saya belum berani memberikan keterangan secara lengkap tentang kepastian kasus ini, karenaoknum yang diduga terlibat kasus ini sedang berada diluar kota," jelas Jamaludin singkat.***

Komentar

Loading...