Ini Alasan Kejagung RI Lakukan Ekstradisi

Naghi Terlibat Dual Criminality

Naghi Terlibat Dual Criminality
kejaksaan.go.id
Penulis
Rubrik
Sumber
siaran pers Kejagung RI
Jakarta | Ekstradisi terhadap Mohammad Naghi Karimi Azar dilakukan Kejaksaan Agung RI, berdasarkan penetapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor: 01/Pid.Eks/2015/PN.Jkt.Sel, 28 September 2015 lalu. Majelis hakim menetapkan bahwa termohon ekstradisi atas nama Mohammad Naghi Karimi Azar ke Australia, untuk selanjutnya akan diadili sesuai tindak pidana yang dituduhkan. Sebagai tindak lanjut dari dikeluarkannya Penetapan Pengadilan dimaksud, Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 25 Tahun 2016 tanggal 6 Juni 2016.
 
Mohammad Naghi Karimi Azar merupakan seorang warga Negara Iran yang dimintakan ekstradisinya oleh Pemerintah Australia atas kejahatan yang telah diperbuat dengan tuduhan, melakukan tindak pidana, terkait mengurus atau mempermudah serta mendatang sekelompok manusia ke Australia, yang bukan warga negara Australia secara ilegal. Sedikitnya, ada tiga puluh sembilan orang yang diseludupkan Naghi ke Australia secara tidak sah. Terkait tindak pidana yang disangkakan kepada Mohammad Naghi Karimi Azar itulah, Jaksa Agung RI memberikan beberapa pertimbangan hukum. Diantaranya, Naghi telah melakukan “dual criminality” (kejahatan ganda), yang sesuai dengan ketentuan pidana di Indonesia. Dengan demikian, terhadap kejahatan yang dimintakan ekstradisi oleh Pemerintah Australia berlaku azas kejahatan ganda (dual criminality), dan oleh karenanya dapat diekstradisikan.

Pelaksanaan/eksekusi Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagaimana dimaksud dilakukan oleh Jaksa dengan cara diserahkan secara fisik dan hukum kepada Australian Federal Police (AFP) yang ditugaskan oleh Pemerintah Australia. Naghi menjemput dan menerima penyerahan pada hari Rabu, 28 September 2016 lalu, sekira pukul 17.00 WIB, di Posko Kejaksaan RI, terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten.
Keberhasilan pelaksanaan ekstradisi ini membuktikan bahwa Indonesia serius dalam menindaklanjuti permintaan ekstradisi dari negara sahabat dan merupakan wujud nyata komitmen Kejaksaan RI dalam memastikan bahwa para pelaku kejahatan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan Indonesia bukanlah “safe haven” (surga) bagi para pelaku kejahatan yang melarikan diri ke luar negeri.
 
Tak hanya itu, Kejaksaan RI mengapresiasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang telah sependapat dengan permohonan dan pendapat Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran POLRI, Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Hukum dan HAM RI. “Kita semua berharap di masa datang kerjasama antar penegak hukum Indonesia dengan penegak hukum Australia dapat berjalan dan berkembang lebih baik dan erat lagi, demi menjadikan Indonesia dan Australia sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh keluarga dan sahabat-sahabat kita,” demikian kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Drs. Moh. Rum, SH dalam siaran persnya yang diterima MODUSACEH.CO, Jumat kemarin.***

Komentar

Loading...