Musannif: Rancang Kurikulum dalam Qanun Pendidikan Dayah

Musannif: Rancang Kurikulum dalam Qanun Pendidikan Dayah

Banda Aceh | Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Musannif mengatakan. Pendidikan Dayah menjadi sangat disukai, dalam dunia pendidikan saat ini. Karena itu, butuh adanya rancangan kurikulum berupa Qanun Pendidikan Dayah.

Itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun Pendidikan Dayah. Di Gedung Utama DPRA, Jln. Tgk Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh. Kamis (1/11/2018).

“Ini merupakan revisi total, termasuk mengenai pendanaan. Misal, untuk dana pendidikan dayah dapat disalurkan sebanyak 30 persen. Dana tersebut bukan untuk dinas pendidikan. Namun, untuk bidang pendidikan dayah,” katanya kepada awak media.

Musannif juga mengatakan, Dinas Pendidikan Dayah telah memasukkan unsur kurikulum yang wajib dilakukan Pendidikan Dayah.

“Jadi tidak bisa kurikulum sembarangan. Jika kurikulum sembarangan, maka berdirilah dayah-dayah yang tidak berdasarkan Mazhab Syafi’i, dan tidak beritikat pada Ahli Sunnah Waljamaah,” jelasnya.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny menyampaikan, pengadaan kulrikulum ini bertujuan untuk merespon kekosongan kegiatan ekstrakulikuler dayah.

“Dayah tidak ada kegiatan kurikuler, kita respon dengan Musabaqah Tilawatil Qutup, kemudian kita kompetensikan. Hal ini akan kita atur di dalam Qanun,” jelasnya.

Selanjutnya, Musannif menambahkan selama ini, pemerintah juga telah mengelola dayah, seperti Pesantren Modern MUQ Pagar Air, dan berharap untuk selanjutnya akan ada dayah-dayah baru yang dikelola  pemerintah.

“Kita mengharapkan Qanun tentang pendidikan dayah bulan sebelas segera disahkan untuk digunakan tahun 2019,” harapnya.***

Komentar

Loading...