Breaking News

Kadispora Aceh Resmikan Pembangunan Mess Atlit

Mulai 2020, Pengprov  FPTI Aceh Buka Sekolah Panjat Tebing

Mulai 2020, Pengprov  FPTI Aceh Buka Sekolah Panjat Tebing
Peletakan batu pertama mess atlit panjat tebing di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh Darmansyah, Sabtu (24/8/2019) pagi, meresmikan pembangunan mess atlit Pengprov FPTI Aceh di Arena Wall Climbing, Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Kota Banda Aceh.

Peresmian gedung dua lantai itu ditandai dengan peletakan batu pertama, disaksikan Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh H. Muhammad Saleh dan Wakil Ketua KONI Aceh, H. Safril Antoni serta pengurus lainnya. Termasuk atlit peserta Aceh Open Sport Climbing Competition Series, tanggal 24-26 Agustus 2019.

Darmansyah berharap, dengan hadirnya mess atlit tersebut, dapat meningkatkan pembinaan atlit prestasi Panjat Tebing di Aceh. “Tentu kita bangun secara bertahap. Insya Allah tahun depan akan kita sempurnakan lagi,” katanya.

Selain itu, dengan terpenuhinya mess atlit tadi, maka bertambahlah sarana dan prasarana untuk cabang olahraga (cabor) ini. “FPTI Aceh juga sudah memiliki kantor sekretariat dan menyusul mess. Selanjutnya kita sempurnakan wall yang masih tersisa dan perlu kita bangun,” ujarnya.

Menurut dia, pemenuhan sarana dan prasarana ini menjadi penting, mengingat Aceh sebagai tuan rumah PON XXI-2024 di Aceh dan Sumatera Utara. “Panjat Tebing dipertandingkan di Aceh. Karena itu, Pemerintah Aceh berharap ada sumbangan medali emas untuk Aceh,” jelasnya, disambut tempuk tangan atlit. "Namun, tak berarti tanpa medali emas di Porwil Sumatera, Bengkulu, Nopember 2019 dan PON XX-2020 di Papua," tambah dia.

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh H. Muhammad Saleh mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Menurut dia, terbangunnya mess atlit tersebut, semakin mempermudah dan memperlancar pembinaan atlit cabor panjat tebing.

Dia berharap, masyarakat luas yang berminat untuk meraih prestasi melalui cabang olahraga panjat tebing, dapat memanfaatkan kesempatan ini. Termasuk Pengcab FPTI se-Aceh. "Mereka bisa mengirim atlitnya untuk kami latih di sini," jelas H. Muhammad Saleh.

Selain itu kata Shaleh, begitu dia akrab disapa. Hadirnya Sekolah Atlit Panjat Tebing Aceh, untuk mengover pembinaan atlit, termasuk atlit junior yang langsung berada di bawah Pengprov FPTI Aceh. "Sebab, selama ini kami sadari, masih minusnya pembinaan atlit di daerah. Kalau pun ada hanya menjelang PORA, setelah itu redup kembali. Karenanya, sekolah ini kami dirikan," ungkap dia.

“Alhamdulillah, kita sudah punya kantor dan wall boulder serta speed. Menyusul mess atlit. Kita berharap, Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh dapat membantu pembangunan wall (lead). Dengan demikian akan mempermudah atlit FPTI Aceh untuk mempersiapkan diri, berlaga di berbagai kejuaraan atau even. Termasuk menjadi tuan rumah pada kejuaraan serupa,” ujarnya.

Menurut Shaleh, apa pun pembinaan yang dilakukan, jika tidak dilengkapi sarana dan prasarana seperti wall (dinding), maka akan sia-sia. ”Panjat tebing berbeda dengan cabor lain yang dapat dimainkan pada arena apa pun dengan ruang terbatas. Sebaliknya, FPTI wajib memiliki sarana yang memenuhi standar,” ulas dia.

20190824-batu-pertama2

Itu sebabnya, mulai Januari 2020, Pengprov FPTI Aceh akan membuka Sekolah Atlit Panjang Tebing yang terpusat di arena Wall Climbing, Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Kota Banda Aceh.

Sekolah ini nantinya akan dibuka bagi masyarakat umum di seluruh Aceh, khusus Pengcab FPTI se-Aceh, yang mau dan bersedia dididik serta dilatih menjadi atlit panjat tebing,” katanya.

“Insya Allah, kita akan memulainya. Didukung tiga pelatih nasional berdarah Aceh seperti Fajri dan Dita asal Jawa Barat (istri Fajri) serta Amri. Mereka atlit yang sudah kaya pengalaman dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kita bersyukur, mereka mau pulang dan mengabdi untuk tanah kelahirannya, Aceh,” kata Muhammad Saleh, optimis.

Selain itu, hadirnya mess atlit akan semakin mempermudah Pengpro FPTI Aceh untuk melaksanakan berbagai pelatihan seperti wasit, juri serta pembuat jalur. "Kita juga sudah ajukan ke PP FPTI untuk menjadi pelaksana pelatihan pelatih level II nasional. Mudah-mudahan dikabulkan,” jelas Shaleh, begitu dia akrab disapa.***

Komentar

Loading...