Mengaku Belum Nyatakan Sikap Maju Calon Anggota DPR RI

Muharuddin: Saya Malah Mau Istirahat!

Muharuddin: Saya Malah Mau Istirahat!
dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk. H. Muharuddin, S.Sos. I, melalui sambungan telpon, Kamis (16/11/2017) menanggapi konfirmasi media ini, terkait usulan pergantian dirinya dari Ketua DPR Aceh.

Usulan itu disampaikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Utara. Melalui suratnya yang ditandatangani  Tgk. H. Zulkarnaini Hamzah alias Tgk Ni (ketua) dan Yusra Idris S.I.P (sekretaris). Muharuddin diusulan untuk digantikan dengan Sulaiman sebagai Ketua DPR Aceh.

Kepada media ini, Tgk. H. Muharuddin mengatakan,  akan taat dan patuh pada keputusan partai. "Artinya, sebagai anak partai kita wajib taat dan patuh terhadap keputusan partai," ujar Tgk. H. Muharuddin.

Begitupun sebut Tgk. H. Muharuddin, jika ada pertukaran dapat dilakukan sesuai dengan mekaniame yang ada di partai. "Saya kembalikan kepada DPA-PA. Mekanisme di PA bagaimana dan keputusan ketua bagaimana,"katanya.

Namun, bila pergantiannya itu dikaitkan dengan menuju kursi anggota DPR RI tahun 2019 mendatang, Tgk. H. Muharuddin membantahnya. "Tidak, saya belum menyatakan sikap ke DPR RI atau DPRA. Saya ada wacana istirahat, kita berikan kesempatan pada kader lain," tegasnya.

Disinggung apakah ada perjanjian saat perebutan kursi Ketua DPR Aceh antara Muharuddin dengan Ridwan Abubakar alias Nektu sehingga diusulkan ganti pada Sulaiman, Muharuddin mengaku tidak ada. " Sama saya tidak ada," kata Muharuddin.

Muharuddin juga membantah tidak maksimal peroleh suara pada Pilkada 2017 di daerah ia tinggal. " Boleh dicek," kata Muharuddin.

Sementara DPW PA Aceh Utara Tgk Ni mengusulkan sosok Sulaiman sebagai pengganti Muharuddin yang dinilai peraih suara terbanyak nomor dua di Wilayah Pase (Lhokseumawe dan Aceh Utara).

Namun, ada beredar kabar lain. Pergantian Muharuddin dari kursi Ketua DPR Aceh, karena dia ‘gagal’ mengawal UUPA hingga kehilangan dua pasal. Kedua, terkait proses kembalinya kursi Wakil Pimpinan DPR Aceh kepada Sulaiman Abda, menurut kabar membuat Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem marah besar. “Sebab, tanpa koordinasi dengan Mualem sebagai Ketua DPA Partai Aceh,” ungkap seorang sumber media ini. Dan ketiga, saat Pilkada 2017 lalu, perolehan suara pasangan Mualem-TA Khalid tidak maksimal di daerah Muharruddin.***

Komentar

Loading...