Muharuddin Resmi Diganti Sebagai Ketua DPR Aceh

Muharuddin Resmi Diganti Sebagai Ketua DPR Aceh
Foto: Serambi Indonesia
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mayoritas anggota DPR Aceh sepakat, memberhentikan Muharuddin dari kursi Ketua DPR Aceh. Sebagai gantinya, disepkati pengajuan nama Sulaiman yang diajukan DPA Partai Aceh.

Keputusan itu disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR Aceh di Gedung Utama DPR Aceh, Jalan Daud Bereueh, Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (6/11/18). “Apakah anggota DPR Aceh yang hadir setuju untuk memberhentikan Muharuddin sebagai Ketua DPR Aceh, dan selanjutnya mengangkat Sulaiman menjadi Ketua DPR Aceh,” tanya Muharuddin sebagai pimpinan sidang. ”Setuju,” dijawab 58 anggota DPR Aceh yang hadir.

Menurut Muharuddin, Rapat Paripurna Khusus DPR Aceh hari ini, membahas usulan pemberhentian dan penggantian pimpinan (Ketua DPRA dari Partai Aceh). Sesuai usulan Dewan Pimpinan Aceh-Partai Aceh yang disampaikan melalui surat, Nomor; 0063/DPA-PA/X/2018, Tanggal  2 Oktober 2018. Surat itu ditandatangani Ketua Umum H. Muzakir Manaf dan Sekretaris Jenderal Saudara H. Kamaruddin Abu Bakar. Surat dimaksud diterima secara resmi Sekretariat DPR Aceh, tanggal 29 Oktober 2018.

Muharuddin menjelaskan, usulan penggantian tersebut mengacu kepada ketentuan Pasal 36 ayat (2) huruf (d), Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, yang menyatakan bahwa;  pimpinan DPRD berhenti dari jabatannya sebelum berakhir masa jabatannya karena diberhentikan sebagai Pimpinan DPRD.

Mekanisme pemberhentiannya diatur selanjutnya dalam Pasal 36 ayat (3) huruf (b)  PP, Nomor 12 Tahun 2018 yaitu; pimpinan DPRD Diberhentikan dalam hal partai politik yang bersangkutan mengusulkan pemberhentian yang bersangkutan sebagai Pimpinan DPRD. “Kita sudah menerima surat dari Dewan Pimpinan Aceh-Partai Aceh serta Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh, untuk selanjutnya dilakukan penetapan dalam Rapat Paripurna,” kata Muhar.

20181106-sidang-paripurna-dpra

Sidang Paripurna DPRA, mengantikan Ketua DPR Aceh (Foto: Azhari Usman/MODUSACEH.CO)

Sesuai amanat Pasal 37 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) PP Nomor 12 Tahun 2018 yaitu; pimpinan DPRD melaporkan usul penetapan pemberhentian Pimpinan DPRD dalam Rapat Paripurna untuk ditetapkan dengan Keputusan DPRD.

Muharuddin menegaskan, sesuai dengan ketentuan Pasal 37 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) PP Nomor 12 Tahun 2018, Ketua DPRA sendiri yang secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR Aceh terhadap usulan Pemberhentian dan Usulan Penggantian Pimpinan (Ketua DPR Aceh dari Partai Aceh) sebagai berikut: Adapun pimpinan (Ketua DPRA dari Partai Aceh) yang diusulkan pemberhentiannya yaitu Tgk. H. Muharuddin dan diumumkan juga bahwa calon pengganti pimpinan (Ketua DPR Aceh dari Partai Aceh) yang diusulkan Tgk Sulaiman.

Sidang itu dipimpin Tgk Muharuddin, didampingi tiga Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, Irwan Djohan, Dalimi, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Keistimewaaan Sekda Aceh, Muhammad Jafar serta unsur Forkopimda.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...