Meraih Kemenangan Kedua di Aceh

Mualem: Tuah Prabowo-Sandiaga dari Serambi Mekah

Mualem: Tuah Prabowo-Sandiaga dari Serambi Mekah
Mualem bersama Prabowo (Foto: google.com)

Pilres 2014, Prabowo meraih suara mayoritas di Aceh. Sukses serupa kembali terukir pada Pilpres 2019. Tuah dari Bumi Serambi Mekah.

Banda Aceh |  Meski secara nasional masih menunggu hasil akhir perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta. Namun, H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, sudah bisa sumingrah dan bernafas lega.

Maklum, target Ketua Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) ini untuk meraih 85 persen kemenangan bagi pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno di Aceh terpenuhi sudah. “Alhamdulillah. Tuah Pak Prabowo. Rakyat Aceh masih mencintainya. Tugas selanjutnya adalah, mengawal kemenangan ini,” ucap Mualem, saat ditanya media ini, Senin (22/4/2019).

Bergerak lurus, bagi Mualem yang juga Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Aceh, ini adalah keberhasilan kedua, setelah Pilpres 2014 lalu. Kisah sukses tersebut, sekaligus membuktikan dan mensahihkan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh, pesona dan daya pikat bagi rakyat Aceh. Kenyataan ini tentu saja berbeda dengan rekan seperjuangannya, Sofyan Daud, Irwansyah (Tgk Maksalmina) serta Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), yang menyebarang, mendukung paslon 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Bayangkan, walau sudah jor-joran dana dan alat peraga, untuk “mengempur” berbagai lini “pertahanan” serta basis Prabowo di Aceh. Hasilnya, sungguh tak mengembirakan. Sebelumnya, baik Sofyan Daud, Irwansyah maupun Abu Razak mematok target 60 persen kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh. Tapi, lagi-lagi target tersebut patah. Mengulang kegagalan pada Pilpres 2014 lalu. Bahkan, persentase pada Pilpres 2019, jauh tertinggal. Jika Pilpres 2014, Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 45 persen di Aceh, sementara  Prabowo-Hatta Rajasah meraup 55 persen.

Nah, Pilpres tahun ini, angka sementara Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh justeru terjun bebas atau pada kisaran 15 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga berada pada angka 85 persen. “Setidaknya, target kami 85 persen sudah tercapai atau bahkan lebih,” ujar Mualem.

Sebelumnya, memang ada kekhawatiran dari sejumlah tim relawan dan partai politik (parpol) pengusung Prabowo-Sandiaga di Aceh. Sebab, berbagai isu miring terhadap mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad ini terus dihebus tim pemenangan lawan.

Misal, Prabowo dituding sebagai pelaku pelanggaran HAM di Aceh dan aktor penculikan aktivis 1998 (walau hingga kini tak terbukti). Mengembalikan Indonesia ke era Orde Baru serta memiliki ibu dan ayah beragama nasrani.

Bahkan, kampanye hitam itu pun terus berlanjut saat foto Prabowo berziarah makam ibundanya di pemakaman non muslim beredar secara massif dan viral di media sosial (medsos). Namun, bukan Mualem namanya jika dia cepat menyerah. Perubahaan arus dukungan ummat Islam (ijmak ulama) serta relawan di Indonesia terhadap Prabowo-Sandiaga, ternyata berefek dan memberikan sentimen positif bagi rakyat Aceh.

“Jadi, aneh rasanya kalau kubu sebelah mengaku kekalahan Jokowi di Aceh karena fitnah dan berita hoax. Pak Prabowo kurang apa? Dia begitu besar juga difitnah,” ungkap Mualem. (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...