Nasir Djamil, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS:

Mualem Punya Modal Besar Untuk Menang

Mualem Punya Modal Besar Untuk Menang
Muhammad Shaleh/MODUSACEH.CO

Nagan Raya | Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil menilai, peluang dan modal pasangan calon (paslon) Muzakir Manaf-TA Khalid untuk memenangkan kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 15 Februari 2017 mendatang cukup besar.

Wakil rakyat asal Aceh ini menyebutkan. “Mualem (sebutan akrab Muzakir Manaf) punya rumah, ada penghuni rumah, penjaga rumah  bahkan pagar rumah. Berbeda dengan Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf serta Zakaria Saman, Abdullah Puteh dan Tarmizi Karim. Mereka tidak ada rumah, tidak ada penghuni, penjaga serta pagar rumah,” ungkap Nasir Djamil.

Itu disampaikan Nasir Djamil, usai mengikuti kampanye pasangan nomor urut 5 ini di Lapangan Sepak Bola Garuda Leupe, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (2/2/2017). Karena itulah nilai Nasir Djamil, Mualem adalah sosok yang mampu dan bisa merawat perdamaian Aceh. “Karena secara politik Mualem memiliki kemampuan untuk bisa merawat perdamaain di Aceh. Kami menilai Mualem adalah seorang sosok tokoh politik lokal yang bisa menjaga dan mengendalikan keamanan di Aceh,” ujar Nasir.

Tak hanya itu, kata Nasir Djamil, Ketua PA/KPA Muzakir Manaf adalah sosok yang masih memiliki modal kuat dan besar untuk bisa  meyakinkan rakyat Aceh dan nasional bahwa dia masih punya peran untuk mengendalikan dan menjadikan mantan kombantan ke arah lebih baik dan kondusif.

Alasannya sebut Nasir, Mualem merupakan salah seorang tokoh perdamaian Aceh yang masih memiliki rumah. Sementara yang lainnya tidak punya rumah lagi. Misal Zaini Abdullah, Zakaria Saman dan Irwandi Yusuf. Mereka memang tokoh kunci GAM dan perdamaian Aceh. Tapi mereka bukan hanya tidak punya rumah, tapi juga penghuni, penjaga rumah bahkan pagar rumah. “Nah, kalau ditanya apakah Mualem menang? Saya jawab Insya Allah, sebab dia sudah punya modal untuk menang. Setengah dari kemenangan adalah dia sudah punya rumah (PA), penghuni rumah (bersama partai politik pengusung), penjaga rumah (KPA) serta pagar rumah (belasan organisasi sayap),” ulas Nasir Djamil.

Begitupun sebut Nasir Djamil, dia meminta penyelenggara  Pilkada (KIP) dan Panwaslih Aceh untuk tetap netral, adil dan jujur, sehingga tidak menjadi perebutan kekuasaan dengan cara-cara liar, tidak fair dan tidak jujur. Apakah ada indikasi itu? “Tentu, semua kandidat berusaha tapi peluangnya kecil. Mungkin di tingkat kabupaten/kota ada, tapi di level provinsi kecil, sebab ada calon yang dicoret dari kontestasi. Kalau bergesek itu biasa, tapi kalau masif dan terstruktur untuk meraih kekuasaan, itu tidak benar. Rebutlah dengan cara-cara yang ma’ruf (baik),” ajak Nasir Djamil.

Lantas, apa alasan PKS menjatuhkan pilihannya untuk mendukung Mualem? “Intensitas komunisi Mualem sehingga menyatukan pikiran dan persepsi diantara kami, termasuk kerjasama serta peluang untuk menang. Kerja sama tentu akan dibicarakan setelah Mualem terpilih nanti,” sebut Nasir Djamil.***

Komentar

Loading...