Terkait Pergantian Ketua DPR Aceh

Mualem: Muhar Jangan Seperti Kacang Lupa Kulit!

Mualem: Muhar Jangan Seperti Kacang Lupa Kulit!
Foto: Ist

Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menegaskan. Muharuddin sebaiknya lebih bersikap dewasa, realistis dan objektif dalam mensikapi pergantian dirinya dari jabatan Ketua DPR Aceh. ‘Ini adalah hal biasa, selama tidak melanggar aturan dan itu adalah hak partai untuk mengusulkan (rotasi) posisi dan jabatan di parlemen,’ kata Mualem.

Pendapat itu disampaikan Mualem, menjawab pertanyaan media ini, Kamis malam (1/11/2018) di Jakarta.

Diakui Mualem, paska pergantian tersebut, Muhar melakukan berbagai trik dan intrik yang terkesan ‘melawan’ keputusan Partai Aceh (PA).

‘Saya sudah katakan pada dia (Muhar). Kamu masih muda dan karir politik mu masih panjang. Keputusan itu sebagai bentuk perhatian dan dukungan Partai Aceh (PA) untuk dirinya lebih konsen menuju Senayan, Jakarta. Dan dia tetap kita pertahankan sebagai anggota DPR Aceh. Tapi, saya menerima laporan sebaliknya, Muhar melakukan berbagai upaya untuk membatalkan keputusan partai,’ ungkap Mualem.

Jika itu dilakukan Muhar kata Mualem, berarti dia mulai bermain sandiwara. Itu sebabnya, Mualem meminta Muhar tidak seperti; kacang lupa pada kulit. ‘Apakah dia itu sadar selama ini telah dibesarkan Partai Aceh (PA). Saya ingatkan dia jangan coba-coba bersandiwara,’ sebut Mualem.

Masih kata Mualem, walau Muhar maju ke Senayan melalui partai politik nasional, tapi basis suaranya selama ini ada di Partai Aceh. 'Apakah dia sudah berpikir masak-masak ingin 'melawan' saya dan Partai Aceh,' kata Mualem dengan nada bertanya dan wajah serius.

Sebelumnya, DPA PA mengusulkan pergantian Muharuddin dari kursi Ketua DPR Aceh. Surat itu ditandatangani Ketua DPA-PA, Muzakir Manaf (Mualem) dan dan Sekretaris Jenderal PA Kamaruddin Abubakar (Abu Razak).

Surat Keputusan (SK) Nomor; 0063/DPA-PA/X/2018, tanggal 2 Oktober 2018 yang mengusulkan penggantian Ketua DPR Aceh dari Tgk Muharuddin kepada Tgk Sulaiman. "Surat keputusan penetapan ini diserahkan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk dapat dilaksanakan sebagaimana amanat putusan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh serta sesuai dengan AD ART yang berlaku," bunyi salah satu keputusan SK tersebut.

Begitupun, walau kepada media pers Muhar mengaku siap menerima keputusan tadi dengan lapan dada. Tapi, diam-diam dan ada dugaan jika Muhar melakukan ‘konspirasi’ di tubuh parlemen Aceh.  ‘Ternyata saya dapat kabar bahwa Muhar mulai bermain intrik untuk menolak dan melawan keputusan partai,’ sebut Mualem. Nah, apa saja penegasan Mualem? Selengkapnya baca edisi cetak, terbit Senin, 5 November 2018.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...