Terkait Laporan Eks Kombatan GAM ke Polda Aceh

Mualem : Mandum Awak Nyan Ka Saket Igoe!

Mualem : Mandum Awak Nyan Ka Saket Igoe!
Mualem (kiri) bersama Prabowo

Banda Aceh | Muzakir Manaf atau Mualem, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kaget dengan tindakan sejumlah mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang melaporkan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak dan Sandiaga Uno ke Polda Aceh. Sebab, setahu dirinya, sejumlah mantan kombatan GAM di wilayah Kabupaten Bener Meriah, memang betul memanfaatkan tanah milik Prabowo Subianto.

“Mandum awak nyan saket igoe, mungken kaleupah pajoh peng (mereka semua sudah sakit gigi, mungkin sudah terlanjur terima uang),” jawab Mualem pada MODUSACEH.CO, Selasa, 26 Februari 2019.

Mualem menjelaskan. Lahan milik Prabowo di Bener Meriah dan Aceh Tengah, seluas 93 hektar berstatus Hutan Tanaman Industri (HTI) dan hingga kini dimanfaakan masyarakat sekitar dan mantan kombatan GAM wilayah tersebut. Namun, ia mengakui, hanya sebagian kecil dimanfaatkan oleh mantan kombatan GAM.

"Jadi, ada yang memanfaatkan lahan juga tidak, termasuk para mantan kombatan GAM. Karena itu, jika ada yang mengaku tidak mengarap lahan tadi wajar saja. Namun, jangan dikatakan tidak, jika memang ada mantan kombatan GAM ada mengarap lahan tersebut. Mereka ada melapor kepada saya. Karena itu, aneh bagi saya jika ada pihak yang mengaku tidak menerima lalu melapor kepada polisi," ungkap Mualem.

Itu sebabnya, Ketua DPA Partai Aceh dan KPA ini berjanji. Jika Prabowo-Sandi menang di Aceh sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, 17 April2019, maka dia sendiri yang akan meminta lahan pada Prabowo untuk diberikan pada eks kombatan GAM dan masyarakat.  Dia mengatakan, Probowo tidak tamak seperti tokoh lain, karena memiliki sifat sangat sosial.

“Yang kita ketahui banyak lahan telah digunakan masyarakat dan cuma sebahagian kecil yang digunakan mantan GAM. Insyaallah, jika beliau (Prabowo) menang, saya sendiri akan minta lahan itu untuk dilepaskan kepada mantan kombatan GAM dan masyarakat. Beliau tidak tamak dan cukup sosial orangnya,” tegas Mualem.

Isu tanah milik Prabowo di Aceh muncul ketika debat kedua kedua Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Capres Nomor Urut 01 menyinggung kepemilikan lahan milik Prabowo Subianto di Aceh seluas 120 ribu hektar dan Kalimantan Timur, seluas 220 ribu hektar.

Namun, dalam debat tersebut, Prabowo mengakui bahwa lahan tersebut adalah milik dirinya. Tapi, status tanah tersebut adalah HGU (Hak Guna Usaha), atau milik negara. Setiap saat negara bisa mengambilnya kembali. Prabowo menegaskan akan memberikan kepada negara jika diperlukan.

Lantas, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak dan Sandiaga Uno menjelaskan. Lahan tersebut telah dimanfaatkan warga dan mantan kombatan GAM untuk manyadap getah pinus, bahkan dijadikan tempat mendirikan rumah warga.

Pernyataan tersebut mengundang protes dari sejumlah perwakilan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) asal Bener Mariah dan Aceh Tengah, hingga melaporkan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak dan Sandiaga Uno ke Polda Aceh, Senin (25/2/2019).

Pelaporan itu terkait pernyataan Dahnil di sejumlah media yang menyebutkan,lahan Prabowo di Aceh digunakan mantan GAM. "Yang kami laporkan ke Polda Aceh yaitu Dahnil Anzar Simanjutak dan Sandiaga Uno. Mereka telah memfitnah mantan kombatan GAM melalui pernyataan di media dengan menyebutkan lahan Prabowo digunakan mantan kombatan GAM," kata Muhammad Reza Maulana SH, kuasa hukum mantan Kombatan Aceh Bersatu (KAB), kepada wartawan di Polda Aceh, usai membuat laporan.***

Komentar

Loading...