Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Kembali Pimpin Partai Aceh

Mualem Janji Bentuk Kepengurusan Partai Secara Demokratis

Mualem Janji Bentuk Kepengurusan Partai Secara Demokratis
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Ketua DPA–Partai Aceh terpilih, H. Muzakir Manaf berjanji akan menyusun kepengurusan Partai Aceh Periode 2018-2023 secara demokratis. "Apapun bisa terjadi. Sesuai permintaan forum. Tapi, kita akan memilih kepengurusan Partai Aceh secara bersama–sama,” jelas Muzakir Manaf (Mualem) pada awak media, pasca terpilih secara aklamasi di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Selasa, (13/2/18).

Selanjutnya, Mualem juga berjanji akan segera membentuk kepengurusan Partai Aceh. Bahkan, kata mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu, besok atau Rabu (14/2/18), telah tersusun untuk disahkan.  ”Bisa jadi nanti malam langsung kita bahas dan susun kepengurusan partai, dan Insyaallah besok sudah ada,” harapnya.

Dihadapan para seluruh kader Partai Aceh, Mualem mengucapakan terimasih telah memberikan kepercayaan kembali memimpin Partai Aceh, secara aklamasi setelah sebelumnya tahun 2013 juga telah memilih dia secara aklamasi. ”Kami sudah siap Pileg dan Pilpres masa depan (2019). Kepercayaan ini kedua kali. Saya harapkan, seluruh kader Partai Aceh dari atas ke bawah harus kompak, dan untuk mempersatukan kader Partai Aceh adalah tugas saya sebagai ketua.” Tegasnya.

Sebelumnya, Mualem kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPA-PA periode 2018-2023, pada Mubes ke II pada 12-14. Terpilihnya Mualem, setelah forum bersepakat mempercayakan kembali Mualem sebagai orang nomor satu di tubuh Partai Aceh. Forum itu terdiri dari: 23 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA/KPA seluruh Aceh, utusan khusus, eks Tripoli, Fraksi Partai Aceh, dan Inong Balee.

Salah satu anggota sidang pemilihan Ketua DPA-PA, Irwanto mengatakan. Sebelum melaksanakan sidang, dipilih lima orang sebagai pimpinan sidang. Dimana terpilih, Mirza Ismail sebagai ketua, dan didampingi dahlan, Zulfadli, Irwanto sebagai anggota.

Lalu, pimpinan sidang memanggil satu persatu calon yang telah menyatakan diri maju, mereka adalah Mariati, Sarjani, dan Husaini. Sementara, Roni Ahmad dan Kamaruddin Abubakar tidak hadir. Secara otomatis siapa yang tidak hadir akan gugur. ”Kita tanyakan keseriusan mereka memimpin Partai Aceh. lalu, mereka menjawab tidak mampu memimpin, dan langsung mengundurkan diri,” jelas Irwanto.

Selanjunya, pimpinan sidang mempersilahkan jika ada dalam forum untuk maju sebagai calon. Namun, satu orang pun tidak bersedia. Tapi, ketika pimpinan sidang menanyakan nama Mualem, seluruh pemengang suara bersepakat.  ”Jadi kita sudah menanykan pada forum. Tapi, tidak ada yang bersedia, maka kita sepakati Ketua DPA-PA dipimpin kembali oleh Mualem.” Ungkap Irwanto.***

 

 

Komentar

Loading...