Breaking News

Prabowo-Sandiaga dan Ulama Kharismatik Aceh Sepakati Nota Kesepahaman

Mualem: Ini Ijtihad Prabowo-Sandiaga Untuk Masa Depan Aceh

Mualem: Ini Ijtihad Prabowo-Sandiaga Untuk Masa Depan Aceh
Foto: SINDOnews

Banda Aceh | Dua puluh enam ulama kharismatik Aceh mengikat nota kesepahaman, mengenai pokok pikiran ulama Aceh bersama calon Presiden dan Wakil Presiden RI, H. Prabowo Subianto-H. Sandiaga Salahuddin Uno. Itu dilakukan, 3 April 2019 lalu di Jakarta.

Kesepahaman ini berisi sembilan butir, yang ditandatangani 26 ulama kharismatik Aceh bersama Prabowo dan Sandiaga. “Setelah mengamati, mempelajari dan mendalami situasi perkembangan agama, bangsa dan negara serta situasi sosial, politik dan ekonomi yang saat ini sedang terjadi di masyarakat, baik tingkat nasional maupun dalam wilayah Aceh. Maka diperlukan komitmen dalam kesepahaman bersama secara tertulis. Ini semua demi masa depan dan nilai-nilai kekhususan yang dimiliki Aceh,” begitu kata H. Muzakir Manaf, Ketua Partai Aceh (PA) kepada media ini, Jumat (12/4/2019).

Menurut Mualem, begitu dia akrab disapa, bagi Prabowo dan Sandiaga, nota kesepahaman bersama ulama kharismatik Aceh ini, merupakan ijtihad atau sebuah usaha sungguh-sungguh untuk masa depan Aceh. “Sejak dari awal, Pak Prabowo begitu memperhatikan nasib rakyat Aceh. Hanya saja, Allah SWT belum memberikan kesempatan dirinya menjadi Presiden pada Pilpres 2014 lalu. Insya Allah, atas izin Allah dan doa berdasarkan ijma’ ulama, Pilpres 2019, Pak Prabowo dan Sandiaga akan memimpin Indonesia,” ucap dia.

20190412-bowo2

Lantas,  apa saja sembilan point kesepahaman tersebut? Pertama, Prabowo-Sandi bersama ulama Aceh berkomitmen untuk melaksanakan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Kedua, mendukung perdamaian Aceh dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan dengan menjunjung tinggi keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki.

Selain itu, memperkuat peran ulama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Aceh serta penguatan sektor pendidikan Islam berbasis Dayah di Aceh. “Pak Prabowo-Sandi juga setuju pembentukan kelembagaan Forum Konsultasi Pemerintah Pusat-Aceh yang berfungsi, membahas dan memutuskan kebijakan administratif dan kebijakan strategis serta pengembangan ekonomi maupun investasi Syariah,” jelas Mualem.

Tak kalah penting, Prabowo-Sandiaga juga sepakat mempertahankan kebijakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan mengoptimalkan fungsi Lembaga Wali Nanggroe.***

Komentar

Loading...