Breaking News

Kirim Surat Kepada Plt Gubernur Aceh

MPU Aceh Sebut Vaksin Measles Rubella Haram  

MPU Aceh Sebut Vaksin Measles Rubella Haram  
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menegaskan. Pengunaan Vaksin Measles Rubella (MR) hukumnya haram.

Penjelasan itu disampaikan melalui surat nomor 45 17/ 619 yang telah dikirim ke Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, 13 September 2018 lalu.

Dalam surat itu ada tiga poin yang disampaikan MPU Aceh. Pertama, penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh belum melakukan penelitian dan pengkajian terhadap tersebut, tulis Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tengku Muslim Ibrahim MA.

Nah, berdasarkan laporan kajian Komisi Fatwa, Majelis Ulama Indonesia, dalam dokumen Serum Institute of India (SSI) persentasi tersebut dalam proses pembuatan vaksin MR terdapat bahan yang berasal dari kulit dan pankreas babi serta bahan yang berasal dari tubuh manusia," bunyi surat tersebut. 

Pada poin ketiga diterangkan. Berdasarkan  hal tersebut, maka hukum menggunakan vaksin MR adalah haram kecuali dalam hal darurat. Dalam keadaan darurat dapat digunakan sebagai hilangan kedaruratan itu saja, bunyi akhir surat itu.

Prof. Dr. Muslim Ibrahim membenarkan isi surat tersebut. Dia juga mengaku telah mengirim surat pada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, 13 September 2018 bulan lalu.

"Setelah kita kirim surat itu, kita diajak untuk musyawarah di Pendopo Wagub Aceh. Karena, Pak Nova (Plt Gubernur Aceh) tidak mau mengeluarkan pernyataan terkait ini, maka diminta petunjuk pada MPU Aceh,” Prof. Dr. Muslim Ibrahim pada media ini, Kamis (11/10/18) sore.

Prof. Muslim Ibrahim menjelaskan, berdasarkan kajian MUI pusat, dalam vaksin tersebut terdapat pangkreas babi dan manusia. Itu sebabnya, MPU Aceh mengatakan vaksin MR hukumnya harap.

"Nah, dalam pertemuan tersebut diambil kesimpulan, penggunaan vaksin MR hanya dibolehkan di Aceh pada orang keadaan darurat. Ciri-ciri adalah, sakit bisa dilihat dan tidak dibuat-buat," tegasnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...