Miris Pelayanan Medis di Simeulue

Mobil Ambulance Tanpa Oksigen, Seorang Pasien Meninggal Dunia

Mobil Ambulance Tanpa Oksigen, Seorang Pasien Meninggal Dunia
Ketua Lembaga Simeulue Center (LSC) Dafran Ucok (Foto: Ist)

Simeulue | Miris, agaknya ungkapan itu tak berlebihan jika disematkan pada pelayanan kesehatan di Kabupaten Simeulue. Lihat saja, fasilitas pendukung kebutuhan medis di sana nyatanya tak semuanya berfungsi dengan baik.

Contohnya, kejadian yang menimpa seorang pasien wanita hamil. Namanya,  Cici Zahrawani (25 tahun),  warga Desa Laukhe, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue. Dia  mengalami sesak nafas. Nah, saat dirujuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat,  yang berjarak sekitar 60 kilometer. Ternyata, ambulans yang digunakan, diduga tak memiliki oksigen. Akhir, dalam perjalanan menuju rumah sakit, perempuan muda tadi meninggal dunia. Innalillahi wainnailaihi rajiun!

Peristiwa miris ini diketahui wartawan MODUSACEH.CO, Indra BN, dari pesan singkat WhatsApp (WA) yang dikirim Ketua Lembaga Simeulue Center (LSC) Dafran Ucok. Sebagai pegiat dan pemerhati kebijakan publik, ia merasa prihatin atas kejadian yang menimpa warga Desa Laukhe tadi.

“Saya mendapatkan informasi ini awalnya dari WA. Terung terang saya prihatin saat membacanya. Bayangkan, wanita hamil yang mengalami sesak nafas dirujuk ke RUSUD, menaiki ambulan dengan jarak puluhan kilo meter, tapi tidak ada oksigen sehingga mengakibatkan pasien meninggal dengan anak yang dikandungnya. Pertanyaan saya, kemana oksigen yang menjadi kebutuhan penting di ambulans sesuai SOP. Jika benar informasi ini, tentu kita sangat kecewa pada kualitas pelayanan medis Simeulue saat ini. Kita minta Dinkes Simeulue segera melakukan evaluasi agar kejadian ini tak terulang lagi,” ujar Dafran Ucok.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi, Nurhadini yang dikonfirmasi (6/11/18), membenarkan informasi itu. Namun, Kasi Kesga ini membantah soal tudingan ketiadaan oksigen di ambulans. Penjelasannya, oksigen ada namun tak berfungsi lantaran terjadi kesalahan teknis.

20181207-kasi-kesga-dan-gizi-dinkes-simeulue

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinkes Simeulue Nurhadini (Foto: Indra BN/MODUSACEH.CO)

Kurangnya kroscek yang dilakukan pihak petugas Puskesmas sebelum membawa pasien ke RSUD, diakuinya sebagai penyebab, karena itu ia menyesali dan kecewa dengan kejadian in. “Kita sudah panggil petugas ambulans. Penjelasanya, oksigen itu ada sebanyak 400 liter, tapi saat digunakan, di luar dugaan terjadi kesalahan teknis. Ditutup pembuka sehingga tidak berhasil menyuplai oksigen ke pasien. Namun, kejadian ini tentu sangat kita sayangkan, seharusnya pihak Puskesmas mengkroscek terlebih dahulu kesiapan fasilitas pendukung ambulans sebelum membawa pasien ke RSUD. Sebagai Kasi Kesga saya sangat kecewa. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,“ tegas Nurhadini.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...