Mitsubishi Kelewat "Pede" dengan Pajero Sport CKD?

Mitsubishi Kelewat "Pede" dengan Pajero Sport CKD?
Sales promotion girl berpose di samping Mitsubishi Pajero Sport saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini berlangsung hingga 7 Mei mendatang. (KOMPAS IMAGES)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kompas.com

Jakarta | PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) seolah terlihat sangat percaya diri (pede), lewat varian baru Pajero Sport Dakkar Ultimate, yang merupakan versi lokal. Buktinya, cost yang seharusnya lebih kecil dan berpeluang membuat sport utility vehicle (SUV) menengah ini semakin murah, malah dibanderol lebih mahal, sekitar Rp 40 jutaan.

Salah satu yang jadi perbincangan, adalah hilangnya fitur sunroof atau atap yang bisa dibuka sebagian pada Pajero Sport Dakar 4X2 Ultimate,. Keputusan ini ternyata belum mengakomodasi semua keinginan orang. Hal ini masih menimbulkan pro dan kontra.

Salah satu pembaca KompasOtomotif dengan akun Thomas Adi, melayangkan kekecewaan di salah satu kolom komentar artikel, bahwa fitur sunroof yang hilang adalah kesalahan. ”Kesalahan fatal gak ada sunroof yang udah jadi trade mark Pajero Sport,” katanya.

Lalu, KompasOtomotif juga mencari tahu komentar pengunjung IIMS yang sudah ”mengenal” Pajero Sport atau minimal jadi salah satu penggemar kendaraan Mitsubishi. Jesse Tarigan, salah satu pengunjung, mengatakan, bahwa harusnya sunroof tetap ada, karena kesannya lebih mewah dan elegan. ”Kalau monitor gampang, bisa dipasang di sandaran kepala,” katanya, (2/5/2017).

Tak sendirian, komentar Jesse diamini Wiliardi, pengunjung IIMS dari Jakarta Utara yang merupakan pengguna Pajero Sport. Bagi Wili, sunroof kadang berguna juga kalau cuaca terang, tak berdebu, contohnya untuk liburan di kawasan dingin. ”Memang kalau sehari-hari kurang terasa fungsinya. Tapi harusnya dipertahankan, karena jadi pembeda dengan kompetitor,” kata Wili.

Dari barisan pro, ada Natakusuma, yang mengatakan bahwa sunroof layak dihilangkan karena tidak begitu berfungsi. ”Kalau saya mending begini (pakai roof monitor), lebih bisa dipakai, terutama untuk hiburan anak,” katanya. Ondi Syarif, pengguna Pajero Sport Dakar tipe lama, juga mendukung hilangnya sunroof. Dia menganggap fitur ini hanya cocok dipakai di negara-negara empat musim.

Head of Sales and Marketing Group Head MMKSI Imam Choeru Cahya, saat peluncuran, (27/4/2017), sudah menjelaskan bahwa inilah upaya Mitsubishi mengakomodasi permintaan konsumen yang lebih suka roof monitor. ”Kalau pakai sunroof kan nggak bsa pakai monitor, kita mengadopsi keinginan konsumen lah. Jadi kalau konsumen lebih menginginkan sistem hiburan, sudah tersedia juga tipe ini,” kata Imam.

Tapi buat konsumen atau calon pembeli yang masih mendamba sunroof, tipe 4X2 Dakar masih tersedia, meski bukan buatan lokal. Harganya pun lebih murah, karena justru versi rakitan lokal jauh lebih canggih.***

Komentar

Loading...