Breaking News

Menakar Nasib Kasus Teror Terhadap Asnawi

Misteri Pria Rambut Cepak dan Berbadan Tegap

Misteri Pria Rambut Cepak dan Berbadan Tegap
Asnawi Lawi (Foto: acehtrend.com)

Hingga pekan ini, aparat kepolisian Polres Aceh Tenggara dan Polda Aceh belum berhasil mengungkap motif dan pelaku terus terhadap Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia Biro Aceh Tenggara.  Benarkah ada “orang kuat” di belakang pelaku?

WALAU coba tersenyum dan berusaha tegar. Namun, Asnawi Luwi, wartawan Harian Serambi Indonesia Biro Aceh Tenggara, belum mampu menyembunyikan trauma yang membalut dirinya dan keluarga.

Ditemui pekan lalu di Banda Aceh. Nawi, begitu dia akrab disapa, masih banyak diam, saat ditanya tentang nasib pengusutan kasus teror yang menimpa dia dan keluarganya, Selasa, 30 Juli 2019, dini hari. Dia hanya menjawab dengan sorot mata penuh harap.

Sebaliknya, dia akan bercerita tentang sosok terduga dan motif dibalik pelaku teror yang berakhir dengan pembakaran terhadap rumahnya. “Istri  saya masih trauma. Dia masih takut keluar rumah dan bertemu dengan siapa pun,” ucap Nawi lirih.

20190820-rumah-nawi

(Foto: tribunnews.com)

Itu sebabnya, dia berharap kasus teror tersebut dapat segera diungkap polisi. “Sudah 20 hari, tapi belum ada titik terang siapa pelaku dan motifnya,” ungkap Nawi, saat dihubungi, Selasa (20/8/2019) melalui telpon seluler.

Padahal sebut Nawi, berbagai alat bukti dan indikasi pelaku sudah diberikan kepada penyidik di sana. Termasuk beberapa pesan singkat dan nomor telpon seluler dari seseorang, sebelum peristiwa itu terjadi. “Saya tetap berharap, berbagai keterangan yang saya diberikan dalam dua kali pemeriksaan, dapat menjadi pentunjuk dalam pengungkapan kasus teror ini,” harap Nawi.

Menurut Nawi, dia juga sudah menjelaskan bahwa, peristiwa yang masih meninggalkan trauma bagi keluarganya itu, tak lepas dari tugasnya sebagai wartawan. “Ini ada kaitannya dengan berita yang saya tulis,” ujarnya.

Memang, sebelum peristiwa itu terjadi, rumah milik Asnawi pernah didatangi seseorang, yang mengendarai sepeda motor dengan plat dinas, berambut cepak dan berbadan tagap. Diduga, pria itu memiliki ketinggian badan sekitar 170 sentimeter. Tentu, postur tubuh ideal seorang oknum aparat.

Nah, saat itu kebetulan Asnawi sedang berada di Banda Aceh. Karena tidak mengenal dengan tamu itu, istrinya Lisnawati, sempat bertanya maksud kedatangan pria tadi.

Kepada Lisnawati, pria berjaket hitam itu bertanya tentang keberadaan Nawi. Tak curiga, Lisnawati mempersilakan pria itu menghubungi nomor kontak suaminya. Bahkan, Lisna, begitu dia akrab disapa, memberikan nomor telpon seluler Asnawi kepada pria yang tidak dikenalnya tadi. (selanjutnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...