Miris, Realisasi APBA Hanya 64 Persen Jelang Mati Anggaran

Miris, Realisasi APBA Hanya 64 Persen Jelang Mati Anggaran
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Menjelang mati anggaran, 20 Desember 2018, realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) hanya 64 persen dari Pagu APBA 2018, Rp. 15,084 triliun. Itu diketahui dari situs P2K APBA.ACEHPROV.GO.ID, Senin (10/12/18).

Keterlambatan daya serap anggaran tahun ini, merupakan yang terparah sejak Pemerintah Aceh menerima dana Otonumi Khusus (Otsus) dari Pemerintah Pusat.

Bisa jadi, banyak program-program Pemerintah Aceh tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan, menjadi indikator kuat rendahnya daya serap APBA 2018. Sebut saja, kegagalan membangun 4.000 unit rumah layak huni untuk masyarakat miskin di Aceh, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (PUPR) Aceh.

Berdasarkan data yang ditampilkan dari layar monitor P2K APBA Aceh, yang disiarkan secara real time, ada 626 paket yang masuk dalam katagori list merah atau realisasi fisiknya maksimal 75 persen. Sebanyak 626 paket itu tersebar pada 17 SKPA pada Pemerintah Aceh.

20181210-635678ef-7d69-45fd-9df9-d2b1546d5a08

Di urutan pertama ada PUPR Aceh dengan jumlah 219 Paket, disusul Perkim Aceh dengan jumlah 112 paket, dan Disdik Aceh dengan 105 paket. Selanjutnya, Dinas Pengairan Aceh dengan 49 paket, Dinkes Aceh 28 paket, Disbudpar Aceh 25 paket, Dispora Aceh 14 paket, Badan Dayah 13, dan DKP Aceh 12 paket serta di ESDM Aceh 12 paket. Lalu, di Dintanbun Aceh 8 paket, Disnak Aceh 7 paket, Disperindah Aceh 7 paket, Disnaker Aceh 5 paket, Dinsos 5 paket, dan Dishub 2 paket serta DLHK Aceh 2 paket.

20181210-80c1a095-1fe1-4e9d-8857-d28527b12caa

Lebih parah lagi, ada 17 SKPA yang baru merealisasikan fisinya dibawah 65 persen. Seperti di Biro Isra Sekda Aceh, realisasi fisik baru sekitar 64 persen, disusul Disnak Aceh 61,7 persen, dan ESDM 61,5 persen serta Bappeda Aceh 60,8 persen.

Lalu, Distanbun Aceh 60,6 persen, Dinas Arsip Aceh 57,9 persen, Dishub 54,9 persen, BKA 53,8 persen, Dinas Pengairan 52,8 persen, Disbudpar Aceh, 50,9 persen, Dispora Aceh 49,9 persen, DKP Aceh 45,3 persen, BPSDM Aceh 44,6 persen, Disperindag Aceh 42,1 persen, dan Dinas PU Aceh 41 persen serta yang paling sedikit merealisasikan anggaran adalah Dinas Perkim Aceh dengan angka 29,8 persen.

Dengan kondisi dan tenggat waktu kurang lebih tinggal 10 hari lagi, mustahil realisasi angaran akan mencapai target yang telah ditentukan sekitar 85 persen. Itu sebabnya, semua anggaran tersebut akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).***

Komentar

Loading...