Breaking News

Terkait Dugaan Pemukulan dan Pengeroyokan Abdussamad di Pendopo Gubernur Aceh

Mertua dan Istri Abdussamad Minta Keadilan dan Damai

Mertua dan Istri Abdussamad Minta Keadilan dan Damai
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mertua dan istri Abdussamad, Muhammad Nur (45) dan Marlina (22) minta keadilan dan damai atas peristiwa dugaan pemukulan dan pengeroyokan Abdussamad pada acara open house, Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (12/09/2016) lalu.

Dimata Muhammad Nur yang juga mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Bireuen ini, atas tindakan Abdussamad memukul Ustadz Muzakir Abdul Hamid  tetap salah, Negara mengaturnya. Namun, Muhammad Nur juga keberatan atas tindakan ajudan dan dugaannya termasuk Ustadz Muzakir yang melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap Abdussamad.

“Tindakan Abdussamad pukul Ustadz Muzakir Abdul Hamid tetap salah. Itu ada aturan negara, namun yang jadi keberatan saya hari ini, kenapa dia dikeroyok, seharusnya tidak boleh dikeroyok. Kalau Abdussamad salah kenapa tidak diamankan dan proses hukum, itu aturan negara, kenapa harus dikeroyok ramai-ramai,” kata Muhammad Nur, di rumah anaknya, Gue Gajah, Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (20/09/2016).

Itulah sebabnya, Muhammad Nur dan Marlina meminta pihak aparat penegak hukum harus adil. Muhammad Nur dan Marlina pelaku pemukulan dan pengeroyokan Abdussamad juga harus diproses hukum. “Keinginan saya orang yang keroyok dan yang pukul Abdussamad, seharusnya juga ditahan, masukkan juga dalam sel, itu baru adil,” ujar Muhammad Nur dan Marlina, pada media ini,di rumah sewanya, Selasa.

Muhammad Nur dan Marlina pada media ini yang menemui langsung Selasa lalu mengaku, pada Jumat sore (16/09/2016) telah melapor ke Polda Aceh, terkait dugaan pemukulan dan pengeroyokan Abdussamad. Tapi kata Muhammad Nur dan Marlina, petugas di Polda Aceh pada Muhammad Nur dan Marlina menjelaskan, harus proses satu-satu dulu. “ Sudah kami laporkan ke Polda Aceh. Tapi pihak Polisi bilang harus satu-satu dulu, harus tuntaskan masalah Abdussamad dulu. Saya sudah sampaikan, Ustadz Muzakir yang juga diduga ikut keroyok Abdussamad seharusnya ditahan juga. Di Pendopo kan ada aparat yang bertugas di sana,” katanya.

Masih kata Muhammad Nur dan Marlina atas penjelasan Polisi padanya, Jumat sore (16/09/2016) lalu. “Kalau sudah selesai masalah Abdussamad, baru kita buat laporan balik terhadap Ustadz Muzakir”.

Tapi, Muhammad Nur tetap keukeuh meminta pada Polisi agar kasus dugaan pemukulan dan pengeroyokan diproses hukum juga.  “Saya minta kasusnya diproses sama-sama, karena setelah pemukulan dan pengeroyokan lagi. Tapi polisi katanya tidak boleh, pada Polisi saya sudah bilang, saya orang miskin, tidak ada uang. Laporan  saya ini pada pusat pelaporan Polisi,”maka atas pemukulan dan pengeroyokan Abdussamad belum ada proses hukum," ujarnya. 

Pasca peritiwa di Pendopo, istri Abdussamad, Marlina mengaku sudah menghubungi Muzakir Abdul Hamid, untuk minta maaf dan damai. Tapi, dihubungi Muzakir Abdul Hamid tidak angkat telponnya. Pada media ini, Marlina minta maaf atas tindakan suaminya itu. “Saya minta dimaafkan opada Ustad Muzakir. Saya sudah telpon Ustad Muzakir tapi tidak diangkat,” kata Marlina.

Dalam kasus ini, Marlina berharap ada perdamaian. “Harapan saya ada perdamaian, kalau tidak ada perdamaian maka kasus yang menimpa suami saya juga harus diproses hukum,” ujar perempuan satu anak ini.*

Komentar

Loading...