Breaking News

Peringatan 14 Tahun Tsunami Aceh

Merawat Bangunan Saja Begitu Sulit

Merawat Bangunan Saja Begitu Sulit
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah 14 tahun gempa dan tsunami memperak-poranda Aceh, sejumlah fasilitas yang diberikan dan dibangun negara donator mulai menua. Bahkan, ada fasilitas umum nyaris tidak terawat dan jarang dipergunakan. 

Sejumlah pemuda sibuk membentang satu spanduk ukuran kecil di atas Gedung Escape Building, Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis pekan lalu.

Mereka tampak kesusahan mengikat empat sudut spanduk pada tiang penyangga di lantai III gedung tersebut. Spanduk itu tertulis, ‘14 Tahun Tsunami Aceh 26 Des 2004-26 Des 2018.

Memang, Rabu besok (26 Desember 2018), merupakan hari peringatan gempa dan tsunami Aceh ke-14. Itu sebabnya, berbagai spanduk terpasang di berbagai tempat, tak terkecuali di Gedung Escape Building.

Dilihat dari dekat, gedung berlantai empat itu tampak tak terawat. Selain cat dinding mulai usang, rumput di sekelilingnya juga mulai memanjang dan dibiarkan seperti semak belukar.

Padahal, gedung megah bercat putih itu berada dalam kawasan padat penduduk. Namun, tak ada aktifitas apapun di sana. Bahkan, anak-anak kecil juga ogah bermain sepeda di halaman gedung tersebut.

Seorang warga di sana mengaku, gedung itu jarang didatangi orang. Jika pun aktif, waktu menjelang peringatan gempa dan tsunami Aceh, seperti besok (26 Desember 2018). Itu pun, hanya dibentangkan spanduk saja.

“Sebelumnya, gedung ini sering dijadikan tempat remaja berpacaran. Kadang, anak-anak sekolah yang berpasang-pasangan naik ke dalam gedung. Tapi, setelah beberapa kali kita tangkap, tidak ada lagi yang datang,” ungkap Wahidin, warga setempat.

Masih dalam kawasan Kecamatan Meuraxa, Gedung Escape Building juga berdiri megah di Gampong Deah Glumpang. Keadaan gedung di sana juga tak jauh berbeda dengan Gedung Escape Building di Gampong Lambung.

Gedung ini juga ditumbuhi semak belukar. Ditambah lagi, bangunan tersebut dibiarkan bebas begitu saja, karena tidak ada pagar. Seolah menambah kesan memang tidak pernah dirawat.

Dilihat dari dekat, lantai dasar bangunan itu pintunya tertutup rapat. Hanya ada tangga disamping untuk naik hingga lantai tiga. Namun, bangunan itu juga dijadikan gudang karena banyak kursi rusak berserakan yang tersimpan di sana.

Plamflet bangunan juga telah roboh dan disandarkan pada dinding bangunan. Walau tak terlihat sampah di halaman, namun coran tangga dan teras sudah ditumbuhi jamur.

Terdapat satu kamar mandi lengkap dengan kloset. Namun, tampak tidak difungsikan karena tidak ada air. Padahal, tempat penampungan air telah ada dan dibangun di samping gedung tersebut.***

Komentar

Loading...