Breaking News

Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Menunggu Keputusan Irwandi, Laporan Nico Terhadap Nyak Din Gajah Dihentikan Sementara

Menunggu Keputusan Irwandi, Laporan Nico Terhadap Nyak Din Gajah Dihentikan Sementara
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh 01

Banda Aceh | Untuk sementara, laporan Jhonnico Apriano atau akrab disapa Nico, staf khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, terhadap Nasruddin Safari (43) alias Nyak Din Gajah ke Polresta Banda Aceh, karena dugaan perbuatan mencemarkan nama baik melalui akun media sosial (medsos) Facebook dihentikan sementara.

Penegasan itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Raja Gunawan, melalui Kanit Tipidum Satrekrim Polresta Banda Aceh, Iptu Sudirman. Katanya, kasus ini untuk sementara dihentikan karena keduanya merupakan ‘orangnya’ Irwandi. Jadi, mereka memilih untuk menyelesaikan secara pribadi dan menunggu keputusan dari Gubernur Aceh ini. Baca: Nico Laporkan Seorang Facebooker ke Polisi

“Sudah ada beberapa saksi yang dipanggil. Namun, kasusnya kita berhentikan sementara karena beberapa hari yang lalu Pak Nico juga sedang mengikuti Bapak Irwandi ke Jakarta,” kata Kanit Pidum Polresta Banda Aceh saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Rabu sore (06/09/2017). Begitupun, kata Sudirman, kasus ini belum dikatakan selesai atau menempuh jalur damai. Karena, apabila pelapor menempuh jalur damai maka pelapor harus membuat surat penarikan berkas atau mencabut pengaduannya. “Dan sampai hari ini, Nico belum mencabut laporannya, jadi kita tangguhkan sementara,” ungkap Iptu Sudirman.

Seperti di pemberitaan sebelumnya, Nico melaporkan Nyak Din Gajah karena diduga ia memposting ujaran kebencian melalui akun media sosial Facebook pribadinya. Unggahan itu berisi  kalimat, Awai Meunyoe na paket setor keu sago. Inoe KA teubalek ube na paket setor keu Nico 10% memang Nico nya Pue le (Dulu, jika ada paket setor ke wilayah. Sekarang sudah terbalik, seluruh paket setor ke Nico 10%, memang Nico siapa), tulis Nyak Din.

Nah, merasa namanya dicemarkan, Nico akhirnya membawa masalah ini ke polisi. Menariknya, polisi pun bersikap lunak dengan alasan keduanya merupakan anggota tim sukses atau tim pemenangan Irwandi Yusuf. Bisa jadi, Irwandi pun akan menempuh jalur damai.

Berbeda dengan kasus yang dulu sempat menimpa Hamidy Arsya Noumeiri, mantan Staf BPKS Sabang. Dia dijerat kasus pencemaran nama baik Gubernur Irwandi Yusuf yang disidang di Pengadilan Negeri Jantho. Untuk kasus Hamidi, Gubernur Irwandi Yusuf sendiri malah hadir ke persidangan, memberi keterangan sebagai saksi korban/pelapor.

Yang jadi soal adalah akankah kasus Nico versus Nyak Din Gajah aparat penegak hukum dipengaruhi impunitas, karena keduanya orang dekat Irwandi Yusuf? Diakui atau tidak, penegakan hukum di Aceh memang telah dipengaruhi impunitas. Satu pihak penegakan hukum disegerakan, di pihak lain diundurkan—kalau tak elok disebut didiamkan.

Padahal, dalam hukum dikenal istilah actus non facis nisi mensir rea, tiada terpidana tanpa kesalahan. Para pelaku dalam kasus tadi seharusnya sama-sama menuju ke situ, Hamidi sudah jadi terdakwa dan tak lama lagi akan menjadi terpidana. Sementara, Ayah Merin masih belum tersentuh. Ia hanya baru sebatas tersangka, belum terdakwa apalagi terpidana. Dan di sinilah, punca impunitas bisa saja terjadi. Diakui atau tidak, penegakan hukum di Aceh telah dipengaruhi impunitas. Bagi satu pihak penegakan hukum disegerakan, di pihak lain diundurkan—kalau tak elok disebut didiamkan.***

Komentar

Loading...