Menhan Inggris Tolak Klaim Trump soal Kekalahan ISIS di Suriah

Menhan Inggris Tolak Klaim Trump soal Kekalahan ISIS di Suriah
(AFP)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kompas.com

LONDON | Menteri Pertahanan Inggris Tobias Ellwood menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump salah soal klaim ISIS di Suriah berhasil dikalahkan. Dalam sebuah balasan terhadap kicauan Trump di Twitter, Ellwood mengaku tidak setuju dengan pernyataan pemimpin AS itu. "Ini [ISIS] telah berubah menjadi bentuk ekstremisme lain dan ancamannya sangat aktif," kicaunya.

Beberapa analis juga menilai jatuhnya ISIS bukan berarti kelompok tersebut benar-benar sudah lenyap. Pakar Timur Tengah Chris Meserole mengatakan kepada Newsweek, semua orang yang berpikir ISIS telah kalah di Suriah berarti tidak paham tentang ISIS atau pun Suriah.

"Hanya karena kekhalifahan telah berakhir bukan berarti kelompok itu juga demikian. Secara kontras, ISIS masih beroperasi dan aktif, aktivitasnya dapat dilihat di Irak bagian barat," katanya. "Menarik semua pasukan saat ini akan menjadi sebuah kesalahan," imbuhnya. Seperti diketahui, usai mendeklarasikan kemenangan atas ISIS di Suriah, Trump memerintahkan penarikan kembali pasukan AS dari negara tersebut.

Sementara itu, Senator Partai Demokrat Jeanne Shaheen melontarkan pernyataan keras dengan menyebut keputusan Trump sangat berbahaya. "Keputusan presiden untuk menarik pasukan dari Suriah berbahaya, prematur dan sepenuhnya tidak konsisten dengan fakta di lapangan di Suriah dan saran militer kami," kata Shaheen dalam sebuah pernyataan. "Saya telah melakukan perjalanan ke Suriah dan tahu secara langsung bahwa militer kami telah melakukan jauh melampaui harapan," ucapnya.

Sebelumnya, Trump mendeklarasikan kemenangan atas kelompok ISIS di Suriah. Dengan begitu, dia memerintahkan pasukan militer AS dari negara tersebut. "Kami menang melawan ISIS," kata Trump dalam video singkat yang diunggah ke Twitter. "Kami telah mengalahkan mereka dan kami memukul mereka dengan sangat keras. Kami merebut kembali wilayah, dan sekarang saatnya bagi pasukan kami untuk pulang," tuturnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...