Breaking News

Mengaku Sebagai Pemilik Tanah

Warga Blokir Jalan Menuju Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Warga Blokir Jalan Menuju Kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Pejabat kepolisian berusaha menenangkan sejumlah mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat terjadinya aksi pemblokiran tanah oleh sekelompok warga di akses jalan masuk ke gedung baru perguruan tinggi setempat di kawasan Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa (27/8/2019). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Meulaboh | Mengaku sebagai pemilik tanah, sejumlah warga memblokir akses jalan masuk menuju ke Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, kawasan Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (27/8/2019).

Puluhan warga itu mengklaim sebagai pemilik lahan seluas 50 hektar dari total 400 hektar, yang hingga kini belum dilakukan ganti rugi (pembayaran).

Seperti diwartakan antara.com. Akibat pemblokiran yang dilakukan warga itu, jalan menuju kampus tidak bisa dilakukan, terutama dalam kompleks gedung perguruan tinggi yang baru dibangun tersebut. Maklum, ruas jalan telah dipalang warga dengan menggunakan papan kayu disertai pemasangan tulisan.

"Warga menolak pihak kampus menempati gedung baru ini karena sampai saat ini pembayaran ganti rugi lahan  belumtuntas dilakukan," kata Kepala Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Sulaiman BS.

Menurutnya, tanah tersebut sudah pernah dilakukan pembayaran oleh pemerintah daerah kepada pemilik tanah. Namun, pembayaran tersebut diduga bukan kepada pemilik tanah yang berjumlah sekitar 13 orang yang saat ini mengaku lahan tersebut milik mereka, melainkan diduga dibayar kepada pihak lainnya.

Atas dasar hal itu, kasus kepemilikan lahan tersebut akhirnya diselesaikan melalui jalur hukum, dan saat ini perkara tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Meulaboh.

"Selaku pemilik lahan, warga meminta agar tanah ini tidak ditempati sebelum sidang gugatan di pengadilan, selesai," kata Sulaiman BS.

Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Meureubo, Iptu Fitriadi melakukan mediasi antara warga, aparat desa dan pihak kampus. Dia berharap agar persoalan pemblokiran tersebut dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah dan mufakat.

Kini, meski status tanah tersebut sedang diselesaikan secara hukum di Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, pihaknya berharap hal ini diselesaikan dengan kepala dingin.

Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Meureubo, Aceh Barat seperti Camat, Kapolsek dan Danramil juga berencana memanggil perwakilan warga, aparat desa dan pihak kampus untuk bermusyawarah, mencari solusi terhadap persoalan tersebut dengan jadwal akan ditentukan secepatnya.

Dan, setelah gagal dilakukan mediasi, mahasiswa bersama dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh akhirnya gagal menempati gedung baru dan memilih kembali ke kampus lama di kawasan Gampa, Meulaboh, Aceh Barat.***

Komentar

Loading...