Breaking News

Mengaku dari FPI, Sekelompok Pria Tendang Pengunjung Wisata Alue Naga

Mengaku dari FPI, Sekelompok Pria Tendang Pengunjung Wisata Alue Naga
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sekelompok pria yang mengaku dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Banda Aceh, tiba-tiba menendang beberapa  pengunjung di kawasan wisata Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (13/1/2019) sore.

Kejadian itu berawal saat beberapa pasangan muda duduk di bahu jalan, sepanjang Pantai Aleu Naga sekira pukul 17.00 WIB. Sekelompok pria tiba-tiba datang dengan mengendarai mobil merk Kijang, sambil mengucapkan makian serta sumpah serapah pada semua pengunjung pantai.

Kemudian, pengedara mobil itu turun tanpa mematikan mobilnya dan langsung menendang  pasangan laki-laki secara membabi buta. Pria ini juga mengancam pengunjung lain untuk pulang, sebelum membawa lebih banyak anggotanya.

Tak hanya itu, mereka juga mengobrak abrik satu jambo kecil yang di dirikan di dekat laut serta merusak pos penjagaan Gampong Alue Naga. Aksi itu mengundang penasaran semua pengunjung pantai. Sebab, dilokasi, tidak ada pasangan yang duduk menyepi berdua-duaan karena memang ramai orang disana. Selain itu, waktunya juga belum menjelang magrib atau masih sekitar pukul 17.00 WIB.  

Akibat dari perusakan itu, satu jambo kecil terguling ke laut dan tidak bisa dipergunakan lagi. Lalu, semua jendela kaca pos jaga juga hancur berantakan.

Sejumlah warga Gampong Alue Naga menyesalkan pengrusakan tersebut. Mereka juga telah bersepakat akan berkonsultasi dengan sejumlah pihak, sebelum mengambil langkah-langkah hukum lanjutan.

20190114-cdc33a2d-c310-4813-b108-2cad7427cd94

“Sudah sering mereka datang dan tanpa basa basi langsung menendang anak orang. Seperti tadi, pasangan hanya duduk di kursi bibir jalan. Dan, kita disini juga ramai sekali. Kenapa, mereka langsung memukul,” ungkap seorang penjual disana.

Dia mengaku, selain berjualan ia  juga menjaga pengunjung pantai untuk tidak melanggar syariat. Sepengetahuannya, tidak ada pasangan yang duduk berdua-duan. Bahkan, pengunjung yang datang lebih banyak pasangan yang sudah berkeluarga.

“Kita takutkan, mereka memukul pasangan yang sudah berkeluarga. Karena tidak ada tanya-tanya, langsung pukul saja. Sebenarnya, kalau pun mau menegakkan syariat islam bukan sperti ini caranya. Kenapa mereka tidak melakukan razia di hotel-hotel yang jelas-jelas memasukkan pasangan non muhrim, apa mereka takut?,” ungkapnya kesal.

Menurutnya, aksi yang dilakukan sekelompok pria ini sering terjadi dan membuat pihaknya resah. Sebab, dia dan beberap penjual lain, yang juga warga Gampong Alue Naga telah mendapat persetujuan dari Geuchik (kepala desa) setempat, dan telah sepakat terkait waktu berjualan.

“Kami jualan disini legal, dan semua peraturan yang telah diterapkan kami patuhi. Jika, ini dibiarkan terus, maka tidak ada pengunjung yang datang lagi. Dan, mata pencaharian kami bisa hilang,” ungkapnya. Guna melakukan konfirmasi, media ini telah melakukan konfirmasi pada Ketua FPI Kota Banda Aceh, Tgk. Zainuddin. Sayang, pesan WhatsApp yang dikirim belum dibalas.***

Komentar

Loading...