Kesaksian Steffy Terhadap Terdakwa Ahmadi

Mengaku Belum Ijab Kabul, Tapi Ada Buku Nikah dan Umrah Bersama Irwandi

Mengaku Belum Ijab Kabul, Tapi Ada Buku Nikah dan Umrah Bersama Irwandi
Steffy bersaksi untuk terdakwa Ahmadi (Foto: Hukumonline.com
Rubrik

Banda Aceh | Mungkin, hanya kata; Masya Allah! Yang bisa terucap, saat membaca keterangan Fenny Steffy Burase dalam kesaksiannya terhadap terdakwa Ahmadi, Bupati Kabupaten Bener Meriah nonaktif. Bayangkan, keduanya mengaku belum ijab kabul. Namun, memiliki buku nikah untuk melaksanakan ibadah umrah bersama.

“Agar tidak malu maka Irwandi dan saksi berpura-pura sudah sebagai suami istri. Gubernur bersikap seolah-olah saksi sudah menjadi istrinya, lalu mengajak saksi umrah, untuk keperluan tersebut dibuatkan surat nikah yang diurus adik saksi, tanggal 24 Maret 2018. Rencananya saksi akan menikah dengan Gubernur di tanggal 5 Juli 2018, tetapi lebih dahulu ditangkap KPK. Tidak ada nikah siri, dikarenakan Irwandi tidak setuju,” ungkap Ali Fikri, Subari Kurniawan, Zainal Abidin, Mohammad Nur Azis serta Hendra Eka Saputra, Jaksa KPK pada persidangan, Senin (22/11/2018) di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Fenny Steffy Burase lahir di Palu, 6 Mei 1983. Dia tinggal Apartemen Setiabudi Residence A9/903, Jalan Setiabudi Jakarta Selatan. Pendidikan terakhir SMA dan di bawah sumpah sesuai agama Islam, Steffy bersaksi.  “Saksi kenal dengan terdakwa Ahmadi dan tidak mempunyai hubungan keluarga,” ungkap Jaksa KPK di awal tuntutan nomor: 108/TUT.01.06/24/11/2018.

Seakan Allah SWT tak tahu dengan apa yang Steffy-Irwandi lakukan. Keduanya pun berpura-pura telah menikah. “Saksi membenarkan adanya pesan melalui WhatsApp kepada istri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Isinya saksi mengatakan telah menikah dengan Gubernur IRWANDI YUSUF dan minta izin atau restu dari istri Gubernur. Pesan WhatsApp tersebut sebenarnya dari Gubernur Irwandi Yusuf yang ditujukan kepada saksi. Lalu saksi teruskan kepada istrinya. Tujuaan Irwandi Yusuf menulis pesan tersebut untuk “cek ombak’ atau mengetes, apakah diizinkan atau tidak menikah dengan saksi,” papar jaksa.

Nah, 8 Desember 2017, Irwandi Yusuf melamar saksi dan keluarga saksi meminta agar ada izin dari istri pertama, tetapi karena belum ada izin maka pernikahan batal. “Agar tidak malu maka Irwandi dan saksi berpura-pura sudah sebagai suami istri. Gubernur bersikap seolah-olah saksi sudah menjadi istrinya,” ujar jaksa KPK.

Selain itu, Setffy membenarkan ada melakukan komunikasi pesan WhatsApp dengan Teuku Fadhilatur Amri. Dia mengaku telat sembilan hari datang bulan dan ketakutan. Maksud Steffy, Teuku Fadhilatur Amri dan Teuku Saiful Bahri dan dirinya serta Irwandi Yusuf sudah menikah. Masya Allah, begitu berani mereka mempermainkan perintah Allah SWT. (Selengkapnya baca edisi cetak, terbit Senin, 26 November 2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...